logo rilis
Pakar: Bakal Ada Kebijakan Sistem Kerja Pascakrisis Covid-19
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
17 Maret 2020, 14:30 WIB
Pakar: Bakal Ada Kebijakan Sistem Kerja Pascakrisis Covid-19
Penumpang LRT mengenakan masker untuk menghindari penyebaran virus corona di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Semarang— Pakar keamanan siber dari CISSReC, Doktor Pratama Persadha, memperkirakan, pascakrisis Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, bakal banyak kebijakan pemerintah dan swasta untuk membangun sistem kerja yang fleksibel tetapi aman.

"Pemerintah maupun swasta perlu menyiapkan lima hal apabila menerapkan metode work from home (WFH)," kata Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC Pratama Persadha melalui pesan WhatsApp di Semarang, Selasa (17/3/2020). 

Dosen Etnografi Dunia Maya pada Program Studi S-2 Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini lantas menyebut lima hal tersebut, yaitu desain arsitektur sistem, metode autentikasi, teknologi enkripsi, access control (kontrol akses), dan endpoint security (keamanan endpoint).

Saat model kerja remote akan dijalankan, menurut dia, secara keseluruhan di sebuah lembaga harus dilakukan tes dan evaluasi sistemnya. Hal ini meliputi tes pada konektivitas, traffic connection, autentikasi, sistem manajemen, proses logging, performa, implementasi keamanan, dan kemudahan pemakaian sistem.

Pratama yang pernah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pengamanan Sinyal Lemsaneg (sekarang BSSN) mengemukakan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menjalankan WFH kemungkinan belum umum di Tanah Air.

Padahal, kata dosen Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini, kunci WFH bisa berjalan dan memiliki output yang bagus pada tata kelola SDM. Soal keamanan, misalnya, pegawai saat menjalankan WFH harus melakukan reset password wifi rumahnya.

Selain itu, lanjut dia, juga mengurangi, bahkan tidak memakai flashdisk saat memindahkan data. Oleh karena itu, penggunaan teknologi cloud sangat dianjurkan.

"Kita juga bersyukur, ruang guru dan zenius memberikan akses gratis untuk masyarakat dalam menghadapi liburan sekolah selama 2 pekan. Ini bukti aplikasi lokal bisa menjadi solusi bagi masyarakat dalam kondisi krisis seperti saat ini," kata Pratama.

Sumber: Antara


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID