logo rilis

Pakar: Ada Aktor Intelektual yang 'Doktrin' Pelaku Bom Surabaya
Kontributor
Nailin In Saroh
14 Mei 2018, 09:07 WIB
Pakar: Ada Aktor Intelektual yang 'Doktrin' Pelaku Bom Surabaya
Lokasi Ledakan Bom Gereja di Surabaya. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILIS.ID, Jakarta— Ketua asosiasi ilmuwan praktisi hukum Indonesia (Alpha), Azmi Syahputra, menyebut kejadian bom bunuh diri di Surabaya, merupakan tindakan pengecut. Pelaku adalah mesin pembunuh, penyebar pemicu kebencian dan mencoba merusak persatuan bangsa.

Karenanya, ia meminta polisi bergerak segera secara terarah dan bekerja optimal untuk mengungkap siapa aktor intelektual bom di tiga gereja itu.

"Orang-orang atau kelompok ini yang berbahaya harus dihukum mati karena kejahatan ini hanya dapat dituntaskan dengan hukuman mati (crimina morte extinguuntur)," ujarnya melalui siaran persnya, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, perbuatan sadis dan kejam tersebut sangat terstruktur sistematis serta masif yang digerakkan dengan sengaja oleh pelaku aktor utama.

"Jika para pengeksekusi di lapangan ini adalah pelaku pembantu pasti ada pelaku utamanya. Pelaku pembantu ini korban cuci otak yang didoktrin sempit atau disaranai oleh pelaku utama. Mereka ini orang-orang yang gagal dalam beradaptasi dimanfaatkan oleh si aktor intelektual," papar Azmi.

Maka, lanjutnya, pelaku brutal yang menjadikan tempat ibadah atau simbol agama sebagai sasaran merusak persatuan bangsa harus segera ditumpas. Hal ini sangat menciderai nilai kemanusiaan dan harus dilawan sampai tuntas.

"Ini bentuk teror yang tujuannya untuk menakuti, menteror dan penghianatan kepada bangsa yang mengatasnamakan kepentingan sesaat atau atas nama apapun. Sehingga Jangan terpengaruh masyarakat harus terus bersatu dan menjaga persatuan, kuncinya agar kita sesama anak bangsa tidak terprovokasi," pungkasnya.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)