logo rilis
Pahami Perbedaan Pre-Eklamsia dan Hipertensi, Begini Penjelasannya...
Kontributor
Elvi R
01 Agustus 2020, 18:30 WIB
Pahami Perbedaan Pre-Eklamsia dan Hipertensi, Begini Penjelasannya...
ILUSTRASI: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Beberapa ibu hamil berisiko terkena pre-eklampsia atau komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Namun yang penting diketahui adalah pre-eklampsia tidak sama dengan hipertensi.

Pre-eklampsia tidak memiliki gejala khusus. Namun kebanyakan penderita pre-eklampsia memiliki ciri bertekanan darah tinggi dan terdapat protein pada urine. Pre-eklampsia biasanya dimulai setelah usia kehamilan 20 minggu pada wanita yang tekanan darahnya normal.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Rudy Kurniawan, Sp.PD mengatakan pre-eklampsia hanya bisa terjadi pada kondisi hamil. Dia juga menegaskan bahwa pre-eklampsia bukanlah penyakit hipertensi.

"Kalau kita berbicara apakah hipertensi sama dengan pre-eklampsia? Tentu tidak, karena hipertensi adalah bagian dari pre-eklampsia. Dan kenapa bisa terjadi pre-eklampsia? Ada banyak faktornya," kata dr Rudy dalam bincang-bincang daring Tropicana Slim, Sabtu (1/8/2020).

Beberapa faktor penyebab pre-eklampsia di antaranya gangguan pada metabolisme saraf umum seperti obesitas, hormonal dan genetik.

"Gangguan obesitas biasanya lebih tinggi berisiko mengalami pre-eklampsia, lalu ada hormonal. Saat hamil kan terjadi perubahan hormon pada tubuhnya maupun terjadi interaksi hormon dengan si janinnya," ujar dr Rudy.

"Ada beberapa kondisi tertentu yang meningkatkan risiko pre-eklampsia seperti kondisi genetiknya, kalau lebih parah lagi nanti jadi eklampsia," kata dr Rudy melanjutkan.

Untuk mencegah kondisi pre-eklampsia, ada baiknya ibu hamil selalu menerapkan pola hidup sehat, menjaga asupan makanan dan selalu rutin memeriksakan kehamilan.

Sumber: Antara


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID