logo rilis
Padi Rawa Kementan Jadi Tuan Rumah di Gerbang Timur Indonesia
Kontributor
Elvi R
26 April 2018, 10:30 WIB
Padi Rawa Kementan Jadi Tuan Rumah di Gerbang Timur Indonesia
Padi di Animha, Merauke. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Merauke— Menjadikan Kabupaten Merauke sebagai lumbung pangan dan pemantik besar ekspor ke negara tetangga seperti Papua New Guenea (PNG) dan Pasifik bukan "Isapan jempol belaka". Membangun kawasan baru termasuk daerah perbatasan adalah cita-cita Nawacita, mengapa ragu dan tanggung? 

Dr. Siska Tirajoh, Peneliti BPTP Papua sekaligus penanggung jawab Kegiatan Dukungan Inovasi Bioindustri Daerah Perbatasan melihat bahwa padi saat ini sudah menjadi komoditas tuan rumah di bumi Animha. Padi menjadi komoditas yang diperhitungkan dan bukan lagi pendatang baru di Merauke. Daerah itu sudah menjadi pemasok kebutuhan pangan seluruh kekuatan sekutu di Perang Pasifik yang lebih dikenal sebagai Proyek Padi Kumbe, berlanjut ke Proyek MIRE, MIFFE, Kawasan Ekonomi Khusus hingga launching program cetak sawah 1 juta hektar oleh Presiden Jokowi.

Tim BPTP mengadakan kunjungan ke salah satu lokasi pengembangan padi di Dusun Wasur II Kelurahan Rimba Jaya Distrik Merauke di Gapoktan Nup Yong Bon khususnya Kelota Lancar 4 bersama 20 anggota. 

Salah satu petani dari Animha, Sukarno didampingi PPL senior Sunaryo menuturkan, pada luas lahan 60 hektare di antaranya seluas 47 hektare telah ditanami padi. Varietas padi Balitbangtan seperti Inpara 1, 2, 3, dan 8 dengan produktivitas rata-rata berkisar 7 - 10 ron per hektare gabah kering panen (GKP) sudah ditanam di Animha dan saat ini sedang dilakukan pertanaman Inpara 8. Padi Inpara  8, adalah jenis padi Inbrida Lahan Rawa yang sudah lama dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi). 

Potensi lahan rawa di Papua sendiri belum seluruhnya tergarap, oleh karenanya petani lahan rawa perlu mengoptimalkan peningkatan IP dari yang semua hanya sekali tanam menjadi dua kali dalam setahun (IP 200). Berdasarkan catatan Badan Litbang Pertanian, dari sekitar 0,66 juta hektare lahan rawa yang ditanami padi, hanya 10 persen areal yang ditanami dua kali dalam setahun (IP 200). Sisanya yang 90 persen hanya ditanam satu kali setahun (IP100).

Sumber: Sisca T/Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)