logo rilis
Pabrik Gula Tutup, Petani  Tebu Jatim Sekarat
Kontributor
Budi Prasetyo
09 April 2018, 02:10 WIB
Pabrik Gula Tutup, Petani  Tebu Jatim Sekarat
FOTO:pertaian.go.id

RILIS.ID, Surabaya— Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur Anik Maslachah menilai penutupan pabrik gula di Jawa Timur membuat nasib petani tebu tidak menentu. Pasalnya, tebu yang dihasilkan tidak bisa diserap sehingga para petani merugi. 

"Tahun kemarin penutupan dua titik di Sidoarjo berpengaruh pada petani tebu. Mau nggak mau ketika tutup dia tidak punya usaha lain dan berpengaruh pada pengangguran," katanya pada Minggu (8/4/2018).

Dia mengatakan, selain banyaknya pabrik yang tutup, para petani juga sangat dirugikan dengan kondisi pabrik yang tua. Pasalnya, rendemen tebu yang dihasilkan rendah sehingga akan merugikan petani. 

"Pabrik gula yang tua mempengaruhi rendemen dan berpengaruh pada lesunya petani ketika rendemen rendah," tambahnya.

Anik mengatakan, Jawa Timur adalah wilayah berbasis pertanian. Salah satu komoditi Jatim yang menyuplai nasional salah satunya adalah gula. Anik meminta agar ada perbaikan tata niaga gula di Jatim, agar nasib petani bisa lebih baik. 

"Intinya adalah memperbaiki tata niaga gula. Bisa membeli mesin baru dan memperbaiki regulasi," tegasnya. 

Anik mendorong agar BUMD di Jawa Timur, salah satunya Puspa Agro, untuk ikut menguatkan tata niaga tebu di Jatim. Salah satunya dengan membentuk unit usaha untuk menangani tebu di Jatim. 

"Itu salah satu yang memungkinkan. Karena core bisnis JGU kan di bidang agro, jadi tidak ada salahnya dikelola tetapi harus ada kajian," pungkasnya. 
 

Editor: Yayat R Cipasang


500
komentar (0)