logo rilis

PA 212 Dianggap Tak Miliki Daya Tawar ke Parpol
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
31 Mei 2018, 11:59 WIB
PA 212 Dianggap Tak Miliki Daya Tawar ke Parpol
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menggelar aksi damai. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe, menilai, sejumlah pergerakan politik dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 tak memiliki arti yang berarti. Apalagi, katanya, PA 212 itu juga tak memiliki kekuatan dan daya tawar terhadap partai politik. 

"Sebab motivasi dibentuknya 212 itu kan bukan untuk tujuan politik, itu artinya ada ruang terjadinya perbedaan pandangan bagi internal mereka sendiri," kata Ramses kepada rilis.id, Kamis (31/5/2018). 

Dengan perbedaan pandangan di internal itu, ujar Ramses, maka kekuatan PA 212 tak cukup signifikan dalam politik. Selain itu, menurut dia, parpol juga tak mudah menerima begitu saja tawaran-tawaran politik dari kelompok yang terbentuk setelah aksi Bela Islam 212 tersebut. 

"Sebab politik ini bukan sebuah drama, politik merupakan sarana untuk mencri pemimpin sehingga dapat menyejahterakan rakyat," ujarnya.

Meski begitu, imbuh Ramses, masyarakat harus tetap menghargai upaya PA 212 yang ingin terlibat dalam politik. Termasuk, merekomendasikan sejumlah nama calon presiden untuk Pilpres 2019 mendatang, salah satunya Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. 

"Sebagai rakyat kan tentu kita tetap menghargai itu. Tapi memang politik itu bukan lah sebuah panggung sandiwara," tandasnya. 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)