logo rilis
Ozil dan Gundogan Luruskan Kisruh Foto dengan Erdogan
Kontributor
Syahrain F.
22 Mei 2018, 12:27 WIB
Ozil dan Gundogan Luruskan Kisruh Foto dengan Erdogan
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berbicara dengan kedua pemain timnas Jerman keturunan Turki Mesut Ozil dan Ilkay Gundogan di Istana Bellevue, Sabtu (19/5/2018). FOTO: Bundesregierung via Reuters

RILIS.ID, Berlin— Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunggah foto dirinya berbicara dengan dua pemain tim nasional Jerman Mesut Ozil dan Ilkay Gundogan.

Pertemuan itu merupakan upaya kedua pemain untuk menjelaskan kepada Steinmeier mengenai gestur yang mengundang kritik di publik Jerman.

Ozil dan Gundogan pada pekan lalu menemui Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang ketika itu tengah melakukan kunjungan resmi ke Inggris.

Kedua pemain berketurunan Turki itu pun melakukan sesi foto bersama Erdogan yang dinilai sejumlah politisi sebagai tindakan yang tidak menghargai nilai-nilai Jerman.

Dalam foto yang diunggah oleh akun Partai Keadilan dan Pembangunan itu (partai pimpinan Erdogan), Gundogan menyerahkan jersey kepada Erdogan yang bertulis "dengan hormat untuk presidenku".

Pelatih Jerman Joachim Loew mengatakan pada Senin (21/5/2018), baik Ozil maupun Gundogan telah menghubungi asosiasi sepakbola Jerman, Deutscher Fußball-Bund (DFB), untuk menjelaskan mengenai pertemuan tersebut.

Sementara Steinmer melalui akun Facebook-nya menyatakan hal senada.

"Penting bagi keduanya untuk meluruskan kekeliruan tersebut," tulisnya.

Melansir Al Jazeera, meski secara kultural Gundogan memiliki kedekatan dengan Turki, dia mengatakan "negara dan tim saya tetaplah Jerman".

Presiden DFB Reinhard Grindel merupakan pihak yang pertama kali mengkritisi foto tersebut.

"Keduanya meyakinkan kami bahwa tidak ada pesan politik yang coba disampaikan melalui pertemuan itu," ucap Grindel setelah menemui keduanya pada Sabtu (19/5).

Penasihat senior Erdogan, Yasin Atkay melihat, sikap kritis yang muncul mengenai pertemuan tersebut berangkat dari "Erdoganfobia" yang apabila dikerucutkan lagi, berasal dari Islamofobia yang tengah digaungkan oleh kelompok ekstrem sayap kanan di Jerman .

"Dia (Erdogan) adalah presiden yang dipilih rakyat. Dia mewakili mayoritas orang Turki pada pertemuan itu. Reaksi tersebut menunjukkan sikap fanatik dan tidak rasional para politisi Jerman terhadap Erdogan," ucap Aktay.


500
komentar (0)