logo rilis
Orang Penting di Harley Davidson diperiksa KPK, Ada Apa?
Kontributor
Tari Oktaviani
04 Februari 2020, 15:01 WIB
Orang Penting di Harley Davidson diperiksa KPK, Ada Apa?
Ilustrasi gedung KPK. RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Utama PT Mabua Harley Davidson Djonnie Rahmat dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia sedianya akan diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia.

Keterangan Djonnie diperlukan guna posisinya sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 2007-2012 HS.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HS," ujar Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (4/1/2020).

Djonnie pun memenuhi panggilan penyidik. Ia tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.10 WIB. Tidak ada satu patah kata pun disampaikannya. Dia langsung masuk ke dalam lobi gedung dan masuk ke ruang pemeriksaan.

KPK sebelumnya juga telah menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 ESA dan mantan Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd SS sebagai tersangka.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK telah mengidentifikasi total suap yang mengalir kepada para tersangka maupun sejumlah pihak mencapai sekitar Rp100 miliar.

Untuk diketahui, KPK sebelumnya telah terlebih dahulu menetapkan ESA dan SS sebagai tersangka kasus suap pengadaan pesawat pada 16 Januari 2017.

Keduanya kemudian kembali ditetapkan sebagai tersangka TPPU pada 7 Agustus 2019 hasil pengembangan dari kasus suap sebelumnya.

Sedangkan HS ditetapkan sebagai tersangka baru kasus suap pengadaan pesawat tersebut juga pada 7 Agustus 2019.

Untuk ESA dan SS, KPK telah merampungkan penyidikan terhadap keduanya sehingga saat ini baik ESA maupun SS tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID