logo rilis
Optimalkan Pemanfaatan Alsintan di Sulteng, BBSDLP Balitbangtan Gelar Rakor
Kontributor
Fatah H Sidik
09 Mei 2018, 21:00 WIB
Optimalkan Pemanfaatan Alsintan di Sulteng, BBSDLP Balitbangtan Gelar Rakor
Pengecekan pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) oleh petani di Tolitoli, Sulawesi Tengah, Minggu (5/5/2018). FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Palu— Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Alsintan dalam rangka mendukung Program Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale) di Sulawesi Tengah. Rakor digelar di Palu, Sulteng, Rabu (8/5/2018). 

Kegiatan dihadiri Penanggung Jawab (Pj) Optimalisasi Alsintan Sulteng Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr, Kepala Staf Korem 132 Tadulako Letkol Inf. Sampang Sihotang, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Sulteng Ir. Retno Erningtyas, M.P, serta Pj Upsus Pajale Sulteng Dr. Mat Syukur, M.S.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulteng, Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, S.PT, M.P, menyatakan, rakor cukup penting digelar guna mempercepat proses luas tambah tanam (LTT). Sebab, antara kelompok tani dan Brigade tak optimal dalam memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan).

Sementara, Kepala Bidang KSPHP BBSDLP, Dr. Yiyi Sulaeman, M.Sc, memaparkan ketersediaan, distribusi, kemajuan dan rencana pencapaian Upsus Pajale, serta data alsintan di Sulteng. Sedangkan Peronika S.P, menyampaikan tentang pencatatan, evaluasi, dan pelaporan alsintan.

Rakor turut menerangkan beberapa kendala di lapangan. Misalnya, sejumlah kabupaten belum memiliki data, menyangkut sumber pendanaan, serta kegiatan-kegiatan pendukung yang harus diadakan seperti pelatihan.

Pada kesempatan sama, Dedi mengimbau kegiatan optimalisasi pemanfataan alsintan ditindaklanjuti. Misalnya, BPTP melaksanakan pelatihan dan tiap kepala dinas menerima usulan relokasi dan pengajuan distribusi alsintan.

Dirinya mendorong demikian, lantaran kejelasan menjadikan Program Upsus Pajale di BPTP Sulteng berjalan baik dan hasilnya optimal.

Dalam pertemuan, banyak informasi dari tempat-tempat lain, termasuk tim Kementan yang disiapkan khusus untuk optimalisasi. Hasilnya harus benar-benar menjadi perhatian ke depannya. Jika sudah mendapatkan data lengkap, diharapkan tak ada kesulitan data di tahun 2019 yang terkait dengan alsintan.

Sumber: Nia Andriani/Astria Meilianti/Balitbangtan Kementan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)