logo rilis
Ombudsman RI Telisik Dugaan Ketidakprofesionalan Polri dalam Kasus Novel
Kontributor
Tari Oktaviani
15 Mei 2018, 13:48 WIB
Ombudsman RI Telisik Dugaan Ketidakprofesionalan Polri dalam Kasus Novel
Novel Baswedan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ombudsman RI akan menelisik dugaan yang menyebut kepolisian tidak profesional dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Oleh karena itu, dia dan beberapa pegawainya mendatangi gedung KPK khusus untuk bertemu dengan Novel dan Biro Hukum KPK guna melakukan klarifikasi.

"Ini dalam rangka kami sampai pada sesuatu kesimpulan akhir dari kegiatan Ombudsman selama ini dilakukan sesuatu kegiatan investigasi sendiri namanya dugaannya bahwa Polri itu sesuai banyak yang orang bilang bahwa Polri tidak fokus, tidak serius melakukan pembiaran, tidak profesional penanganan kasus Novel itu maka kami lakukan langkah-langkah ini," katanya di gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, ada banyak informasi baru yang didapat dari Novel langsung. Oleh karenanya setelah dari KPK, dia dan rombongan akan kembali ke Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi berbagai informasi yang  ditemukan.

"Mungkin juga kami kembangkan ke hal-hal lain untuk sekali lagi sampai pada kesimpulan kami benar tidaknya dugaan maladministrasi. Kami pasang dalam rangka mengawali kegiatan ini," ungkapnya.

Adrianus menyampaikan, nantinya pihaknya akan menerbitkan rekomendasi baik untuk Polri maupun KPK. Dia meminta semua pihak untuk dapat menerima kesimpulan Ombudsman.

"Kalau memang ternyata kami sampai pada kesimpulan bahwa misalnya nih misalnya mungkin memang tidak profesional ya kami akan katakan begitu dan kami minta pada Polri untuk melakukan pembenahan 1,2,3,4 dan seterusnya. Tapi kami juga harapkan semua pihak bisa menerima kalau nanti kesimpulan Ombudsman adalah sebaliknya," tuturnya.

Sebelumnya, penyidik senior KPK, Novel Baswedan mengalami kerusakan mata dan hampir buta setelah disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada, 11 April 2017, lalu, di kawasan rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Novel sudah menjalani operasi besar sebanyak dua kali. Pada operasi pertama, mata kanan Novel Baswedan mulai bisa melihat dan mengalami perbaikan yang signifikan.

Namun sayangnya jajaran kepolisian belum juga berhasil ‎mengungkap siapa dalang maupun pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. 

Editor: Elvi R


500
komentar (0)