logo rilis

OJK: PT Sunprima Nusantara Tak Boleh Lakukan Usaha Pembiayaan
Kontributor
Kurniati
19 Mei 2018, 09:07 WIB
OJK: PT Sunprima Nusantara Tak Boleh Lakukan Usaha Pembiayaan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan kegiatan usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan, karena belum menyampaikan keterbukaan informasi.

Menurut Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK, Anto Prabowo, sanksi pembekuan kegiatan usaha itu karena perusahaan tersebut belum menyampaikan keterbukaan informasi kepada seluruh kreditur dan pemegang Medium Term Notes (MTN), sampai dengan berakhirnya batas waktu sanksi peringatan ketiga.

"Dengan dibekukannya kegiatan usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan, maka perusahaan dilarang melakukan kegiatan usaha pembiayaan," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Ia menambahkan, sebelum berakhirnya jangka waktu pembekuan kegiatan usaha, PT Sunprima Nusantara Pembiayaan tetap melakukan kegiatan usaha pembiayaan, OJK dapat langsung mengenakan sanksi pencabutan izin usaha.

Pengenaan sanksi itu, lanjut dia, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengawasan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Di samping itu, dijelaskan, OJK juga telah mengambil langkah-langkah pengawasan (mandatory supervisory actions) dengan melarang perusahaan mengambil keputusan dan atau melakukan tindakan yang dapat memperburuk kondisi keuangan perusahaan.

Di antaranya menggunakan dana keuangan Perusahaan dan atau melakukan transaksi keuangan yang tidak wajar.

Kemudian, menambah penerbitan surat utang dalam bentuk apapun termasuk MTN. Mengambil tindakan dan atau perbuatan hukum yang memperburuk kondisi Perusahaan. 

Termasuk melakukan pergantian pengurus Perusahaan tanpa persetujuan OJK, setelah mandatory supervisory actions dilakukan.

"OJK akan terus meminta pemegang saham pengendali dan pengurus yang bertanggung jawab untuk melakukan langkah-langkah konkrit yang realistis serta fully committed terhadap kewajiban-kewajiban kepada kreditur dan masyarakat pemegang MTN," katanya.

Ia mengemukakan, OJK juga akan terus melakukan upaya-upaya yang sistematis dan berkelanjutan guna menciptakan stabilitas industri multi finance yang kuat dan kontributif serta high reputable, sehingga dapat memelihara kepercayaan dari perbankan dan kreditur lainnya yang selama ini telah berjalan dengan baik.

PT Sunprima Nusantara Pembiayaan beralamat di Komplek Jembatan Lima Indah Blok 15E Nomor 2 Jalan K.H. Moh Mansyur, Jakarta Pusat 10140.

Pembekuan kegiatan usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan dikeluarkan melalui Surat Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Nomor S-247/NB.2/2018 tanggal 14 Mei 2018 tentang Pembekuan Kegiatan Usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan, terhitung sejak tanggal 14 Mei 2018.

Sebelumnya, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan (POJK 29/2014), PT Sunprima Nusantara Pembiayaan telah dikenakan sanksi peringatan pertama hingga peringatan ketiga karena tidak memenuhi ketentuan Pasal 53 POJK 29/2014, yang menyatakan bahwa "Perusahaan Pembiayaan dalam melakukan kegiatan usahanya dilarang menggunakan informasi yang tidak benar yang dapat merugikan kepentingan Debitur, kreditur dan pemangku kepentingan termasuk OJK".
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)