logo rilis

Siap-siap! OJK Bakal Keluarkan Aturan Inovasi Keuangan Digital
Kontributor

14 April 2018, 01:10 WIB
Siap-siap! OJK Bakal Keluarkan Aturan Inovasi Keuangan Digital
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana mengeluarkan peraturan mengenai inovasi keuangan digital, sebagai payung hukum pengembangan financial technology (fintech).

"Terkait rencana Peraturan OJK (POJK) terkait inovasi keuangan digital, dalam waktu dekat akan diluncurkan. Kami sudah mendapatkan masukan dari Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech)," kata Deputi Komisioner OJK Institute Sukarela Batunanggar di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Dalam rancangan POJK inovasi keuangan digital, disebutkan bahwa seluruh perusahaan fintech wajib mencatatkan diri di OJK agar dianggap legal. Setelah mencatatkan diri, OJK akan memilah mana yang masuk regulatory sandbox atau laboratorium pengujian model bisnis. Industri juga diberi kesempatan mengajukan diri untuk menguji model bisnisnya.

Setelah diobservasi oleh regulator, ada tiga status yang diberikan OJK kepada pelaku fintech, yaitu direkomendasikan untuk terdaftar di OJK, perbaikan sampai dengan 12 bulan, dan tidak layak.

POJK inovasi keuangan digital tersebut, mencakup seluruh jenis tekfin. Sebelumnya sudah ada POJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam-Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (peer to peer lending). Ia menjelaskan, bahwa yang diatur dalam POJK inovasi keuangan digital hanya pokok-pokoknya saja. Terkait pelaksanaannya diserahkan ke industri.

"Terkait aspek prudensialnya, seperti likuiditas, permodalan, dan lain-lain tidak diatur oleh OJK dan diserahkan ke industri. Tanggung jawab kelangsungan usaha fintech berada di pemilik dan pengurusnya, sehingga, transparansi dan akuntabilitas menjadi penting," ungkapnya.

Wakil Ketua Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Adrian Gunadi mengatakan, POJK inovasi keuangan digital akan relevan bagi pelaku usaha fintech selain segmen layanan pinjam-meminjam uang.

Aftech mencatat, jumlah perusahaan fintech yang terdaftar saat ini sebanyak 135 perusahaan. Jumlah tersebut, terdiri dari berbagai macam jenis layanan, seperti pembayaran, pinjam-meminjam uang, asuransi, pasar modal, dan market provisioning.

"Status terdaftar peer to peer sudah jelas di POJK 77. Yang sandbox mungkin relevan bagi inovasi baru yang mungkin belum ada peraturannya. Ini menentukan layak atau tidaknya pelaku usaha," ucap Adrian.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)