Wawan Mattaliu

Pegiat seni dan budaya, bekerja sebagai Anggota DPRD Sulawesi Selatan.

Ojek

Selasa, 17/10/2017 | 18:06

Namanya Mang Umar. Hampir 60-an. Bapaknya Betawi dan ibunya Padang. Tapi seluruh umurnya luruh di Jakarta. Pun begitu dengan 3 anaknya. Lahir dan besar di sekitar Petojo. 2 kali saya berjumpa di urusan yang sama. Memangkas jarak dan biaya dari Kaji ke Sarinah. Tak laju, tapi dia sangat faham jalan-jalan tikus. Di Android biayanya 6000 rupiah. Lengkap pula dengan cerita.

Sesungguhnya dia bisa saja tak menarik ojek online. Rumahnya kini di Selatan. Tapi selalu mangkal di sekitar Petojo, karena 3/4 umurnya di sini. Rumahnya yang dulu sudah menjelma menjadi hotel bintang empat dengan nama yang sulit dieja.

Tapi kenangan dan kawan begitu kuat. Ojek online bisa menjadi alasan pada anaknya untuk tetap bisa menghirup udara Petojo yang ia hafal aroma kanalnya.

Saya mengingatnya dengan sungguh begitu usai menyaksikan Persib dan Arema di ANTV semalam. Biru bobotoh memenuhi stadion. Essien dan Cole tentu menjadi magnet. Pebola dunia yang veteran itu tentu masih punya sugesti. Di seberangnya ada Kurnia Sandi dan Gonzales. Sebuah gol tercipta di menit 37. Tak sah. Gonzales terperangkap offside. Vizcara juga sempat menggedor mistar gawang I Made. Tapi tak masuk.

Kedua tim sesungguhnya menyerang. Tapi sangat hati-hati. Mungkin masih gugup. Terlalu lama tak di tonton dan masuk tivi.

Namun keduanya sudah menunjukkan sebuah geliat. Geliat pada permainan yang lama menguap. Bola yang gembira telah datang lagi dan PSSI tak lagi menjadi ring tinju. Khittah-nya mulai dilakoni. Dan saya yakin, ini obat mujarab bagi sebuah bangsa yang sedang pening. 

Saya membayangkan arak-arakan di malam hari yang penuh kegembiraan. Mereka mengibaskan baju dan para pengguna jalan mafhum.

Dan beruntunlah kita, ada yang mengganti tontonan  sinetron yang menjemukan. Iklan motor yang di bungkus lakon. Juga pariwara bedah plastik dari Korea. 

Bualan warkop juga punya menu baru. Tak lagi seputar siapa yang layak masuk neraka dan siapa sesungguhnya yang punya kavling di surga. 

Maka kepada Mang Umar dan mereka yang memangkas jarak dan biaya di jalan. Saya haturkan terimakasih yang tak terhingga. Tentu pula pada Nadiem dari Go-Jek dan Ferry dari Traveloka.

Mereka adalah sarana vital yang membuat Essien dan Cole dekat ke kita. Mereka pula yang mebuat semangat PSM membara. Reinaldo da Costa melesatkan gol cepat di detik 52  ke gawang Persela. 

Maka mari doakan Liga ini berjalan bersahaja. 

Tarik Maaaangg...