logo rilis
Nunung Kesandung, BNN Pesan Ini ke Artis-Artis
Kontributor
Nailin In Saroh
21 Juli 2019, 11:11 WIB
Nunung Kesandung, BNN Pesan Ini ke Artis-Artis
Komedian Nunung saat terjaring kasus narkoba, FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung ditangkap pihak kepolisian lantaran kepergok mengkonsumsi narkoba jenis sabu, diduga untuk meningkatkan stamina saat bekerja. 

Nunung diamankan di kediamannya, di Tebet Dalam Timur, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019) siang. Intel Polda Metro Jaya berhasil mengamankan barang bukti sabu 0,36 gram.

Atas kasus ini, Nunung pun menambah daftar panjang artis Tanah Air yang ditangkap polisi karena tersandung kasus narkoba. 

Menyikapi hal itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengingatkan bahaya mengonsumsi sabu yang digunakan dengan dalih untuk meningkatkan stamina. BNN menyebut efek stamina yang muncul dari konsumsi sabu adalah efek yang menipu saraf dan tidak bertahan lama.

"Itu menipu saraf, dalam arti mungkin dalam tempo pendek udah sehari, dua hari, seminggu, sebulan ini, efek (stamina) itu ada. Tapi setelah melewati waktu-waktu tertentu, yang terjadi adalah efek ketergantungan. Efek adiksi, di mana efek yang sama tidak mungkin didapatkan dengan jumlah yang sama," ujar Kabag Humas BNN Kombes Sulistyo Pudjo saat dihubungi wartawan, Sabtu (20/7/2019).

Sulistyo menjelaskan, konsumsi sabu yang terus meningkat dengan dalih menjaga stamina akan mengakibatkan kerusakan organ dalam tubuh. Karena itu, dia mengimbau agar semua pihak termasuk para artis tidak tergiur bujuk rayu pengedar narkoba.

"Jadi kita mengimbau ya kepada artis, tokoh masyarakat, tokoh lainnya, public figur untuk tidak gampang tergiur dengan bujukan daripada pengedar narkotika, yang katakan narkotika itu memberikan tambahan energi, itu sangat berbahaya," tegasnya. 

Sulistyo juga mengingatkan, peredaran maupun penggunaan narkoba memiliki konsekuensi hukum. 

"Jadi ini kita harap pada artis-artis, karena sudah cukup banyak artis yang terlibat, bahkan ada yang jadi turut mengedarkan, untuk berhenti ya dan buat yang masih pakai, segera melapor kepada BNN terdekat untuk dilakukan pengobatan," imbau Sulistyo.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID