logo rilis

NU Sulteng: Jangan Cuma Soroti Radikalisme di Perguruan Tinggi
Kontributor

08 Juni 2018, 16:26 WIB
NU Sulteng: Jangan Cuma Soroti Radikalisme di Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Palu— Ketua Rois Syuriah Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Tengah, Zainal Abidin, tak sepakat, radikalisme cuma ada di perguruan tinggi. Dia membandingkan dengan pelaku pemboman di Surabaya, beberapa waktu lalu.

"Pencegahannya harus dimulai dari sekolah tingkat dasar. Tidak hanya pada tingkatan perguruan tinggi," ujarnya di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (8/6/2018).

Baca: Gegara Terorisme, Risma Usul Sanksi Siswa Nilai PPKN Nol

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu ini mengingatkan, radikalisme dan intoleransi merupakan gerakan terorganisir. Untuk itu, seluruh komponen masyarakat dan pemerintah harus bersinergi untuk melawan aksi radikalisme, intoleransi, dan teroris.

Upaya yang bisa dilakukan, seperti memantapkan penerapan pendidikan Pancasila, kebhinekaan, dan kerohanian di semua jenjang pendidikan. Lalu, pendidik memberikan pemahaman Pancasila, kerohanian, dan kebhinekaan kepada peserta didik.

"Radikalisme, terorisme, intoleransi, adalah musuh bersama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum untuk membasmi gerakan tersebut," tegasnya.

Zainal pun mendorong Badan Nasional Penganggulangan Terorisme (BNPT) meningkatkan program deradikalisasi, sejak tingkat sekolah dasar (SD). "Jangan hanya sebatas merilis perguruan tinggi terpapar paham radikalisme," tukas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu ini.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)