logo rilis
NTT Serius Garap Inventarisasi Sumber Daya Genetik Bareng Balitbangtan
Kontributor
Elvi R
24 Mei 2018, 11:17 WIB
NTT Serius Garap Inventarisasi Sumber Daya Genetik Bareng Balitbangtan
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Kupang— Mulai akhir Mei, tim Bappeda NTT akan bergabung bersama tim peneliti BPTP Balitbangtan NTT untuk melaksanakan kegiatan Inventarisasi Sumberdaya Genetik (SDG) di seluruh wilayah kabupaten di NTT. 

Kegiatan yang dibiayai Bappeda NTT Ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi NTT melaui Bappeda NTT selaku Ketua Komda SDG NTT. "Komda SDG NTT yang dibentuk beranggotakan unsur perguruan tinggi, unit teknis terkait, LSM, Pemerintah Provinsi dan BPTP Balitbangtan NTT," kata Kepala Bidang Ekonomi pada Bappeda NTT Dr. Sony Libing, di Kupang, Rabu (23/5/2018).

"SDG merupakan hal yang strategis, oleh karena itu Pemprov NTT serius dan ingin terlibat langsung dalam mengawal kegiatan ini," imbuh Libing saat memimpin rapat teknis antara tim Bappeda dan tim BPTP Balitbangtan NTT.

Kepala BPTP NTT, Dr. Ir. Syamsuddin, MSc., menyatakan kegiatan pengelolaan Sumber Daya Genetik (SDG) tanaman lokal NTT ini sudah mulai diinisiasi oleh BPTP NTT dalam lima tahun teralhir sejak 2013.

“Hasil yang diperoleh diantaranya bahan tanaman/benih dan data karakterisasi dari berbagai spesies, sebagian tanamannya telah dikoleksi dan sebagian lagi sudah didaftarkan ke kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian (PPVTPP),” papar Syamsuddin.

BPTP NTT juga membangun Kebun Koleksi SDG Lokal NTT di Desa Naibonat yang dilengkapi dengan telah dilengkapi fasilitas pagar, pengairan, rumah petugas kebun dan saluran drainase. Kebun ini juga telah dimanfaatkan sebagai tempat koleksi dan karakterisasi berbagai spesies SDG lokal NTT.

Beberapa di antaranya adalah jambu mente, mangga, nangka, pisang dan lain-lain. Untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Instansi lain yang juga meneliti atau mengelola SDL lokal NTT, telah dibentuk Komisi Daerah (Komda) SDG Lokal NTT.

Manfaat dari SDG NTT ini, telah membuktikan, dari bahan genetik asal NTT telah dilepas sedikitnya ada 12 varietas dari berbagai spesies. Di antaranya, Kacang hijau Fore Belu, Kacang Merah Inerie, Pisang Berangan Kelimutu, Advokad Ledenpuan, Ubi kayu Nuabosi, Kacang tanah Sumba, Padi Ladang Kodi, Jeeawut Nagekeo, Jeruk Keprok SoE, dan lain-lain.

Untuk menghasilkan varietas unggul baru asal tanaman lokal, terlebih dahulu harus didaftarkan di kantor PPVTPP dan setelah itu dapat dilanjutkan untuk mengusul varietas baru yang akan dilepas oleh Menteri Pertanian. 

"Dan sudah tentu harus melewati mekanisme atau prosedur yang ditetapkan oleh standart Kementerian Pertanian. Pada 2018 telah diterima 6 sertifikat tanda pendaftaran di PPVTPP yaitu 3 spesies asal Flores Timur dan 3 spesies tanaman asal TTS," kata Dr. Evert Y. Hosang, Peneliti SDG BPTP yang juga Penanggung jawab kegiatan SDG di BPTP NTT.

Sumber: Tony Basuki/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID