Home » Peristiwa » Nasional

NSEAS: Jokowi Biasa Ingkar Janji

print this page Sabtu, 13/1/2018 | 19:03

FOTO: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mengambil sikap, terkait rangkap jabatan salah satu menterinya yakni Airlangga Hartanto yang terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat politik dari Network for South East Asian Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap mengatakan, posisi Airlangga yang menjabat Mentri Perindustrian dan Ketum Golkar, belum bisa disikapi oleh Jokowi lantaran orang nomor satu republik ini, berjanjinya hanya secara lisan

"Itu kan janji lisan dan bukan tertulis, tidak ada dalam Nawacita. Meski secara lisan memang Pak Jokowi menyebut tidak akan membuat kabinet gemuk, dan tidak memperbolehkan ada menteri yang rangkap jabatan di parpol. Tapi ini kan janji dia secara lisan," kata Muchtar kepada rilis.id di Jakarta, Sabtu (13/1/2018). 

Menurutnya, karena janji tersebut diucapkan secara lisan, wajar kalau itu mudah diingkarinya. Sehingga, tidak menjadi unik lagi kalau Jokowi tidak melaksanakan janjinya kepada Airlangga. 

"Kalau melihat perkembangan sejarahnya memimpin negara, mencopot Pak Airlangga menjadi tidak harus, karena kebanyakan janji lisan dia ingkari. Kecuali, kalau janjinya itu mengikat secara hukum, maka pasti dia laksanakan. Karena seringnya Pak Jokowi ingkar janji, jadi tidak harus lagi dicopot, sudah harus dimaklumi," ujar Muchtar. 

Muchtar menjelaskan, alasan pemakluman kepada Jokowi, karena hampir semua janji kampanyenya pun diingkari. Sehingga hal itu, seolah bukan menjadi masalah lagi. 

Kalau dari awal, lanjut Muchtar, Jokowi menepati janjinya, pasti tidak akan ada masalah politik terkait ini. Selain itu, Jokowi tidak menepati janji khusus untuk Airlangga, karena memang Jokowi berkepentingan kepada Airlangga. 

"Jadi wajar Pak Airlangga tetap dipertahankan sebagai Menteri dan sebagai Ketum Golkar. Karena Golkar bukan partainya, sehingga perlu bagi Jokowi untuk mengendalikan Golkar, untuk mendukung semua kebijakannya mendatang, maupun yang sedang berlangsung," imbuh Muchtar. 

Penulis Taufiq Saifuddin
Editor Intan Nirmala Sari

Tags:

Reshuffle KabinetPresiden JokowiJoko Widodo