logo rilis
Novel Baswedan Harapkan ORI Temukan Malpraktik Pengusutan Kasusnya
Kontributor
Tari Oktaviani
15 Mei 2018, 19:22 WIB
Novel Baswedan Harapkan ORI Temukan Malpraktik Pengusutan Kasusnya
Novel Baswedan didampingi kuasa hukumnya, Muhammad Isnur di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILIS.ID, Jakarta— Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berharap Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menemukan dugaan malpraktik dibalik lambatnya penanganan kasus penyerangan air keras terhadap dirinya.

"Dan ke depan semoga apa yang dilakukan Ombudsman bisa berhasil dengan optimal, sehingga bisa mengetahui adanya malpraktik sehubungan dengan penyidikan perkara penyerangan terhadap diri saya," ujar Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018).

Ia bersyukur sebab Ombudsman setidaknya bisa membantunya untuk menelisik benar tidaknya dugaan malpraktik dalam penanganan perkara teror tersebut.

"Alhamdulillah prosesnya sudah berjalan baik, tentunya hal-hal yang diperlukan dalam keterangan telah saya sampaikan," kata Novel.

Sementara itu, kuasa hukum Novel Baswedan, Muhammad Isnur menyampaikan, kliennya koperatif menjalani pemeriksaan terkait kasus teror air keras yang dialaminya.

Menurutnya, informasi sebelumnya yang menyebut seolah Novel tidak mau diperiksa merupakan salah besar.

"Selama ini ada informasi yang diarahkan seolah-olah Novel tidak kooperatif. Seolah-olah Mas Novel tidak mau menjalani penyidikan dengan baik. Di forum tadi kita ajukan bukti dan kita berikan fakta bahwa selama ini Mas Novel ini kooperatif," katanya.

Mantan aktivis HMI ini juga berujar, kliennya bahkan membantu Ombudsman dengan menyerahkan berbagai dokumen terkait kasus yang ia alami. Lebih jauh, ia mengaku akan menunggu hasil penyelidikan Ombudsman.

"Kita berikan dokumen tambahan bahwa ada banyak hal dalam penyidikan ini, karena Ombudsman fokusnya di administrasi kita berikan data-data terkait ada dugaan-dugaan di mana prosedurnya tidak baik," papar Penuy, sapaan akrabnya.

Editor: Eroby JF


500
komentar (0)