logo rilis
Nilai UNBK Tetap Jadi Penentu Penerimaan Siswa Baru
Kontributor
Kurniati
26 April 2018, 15:56 WIB
Nilai UNBK Tetap Jadi Penentu Penerimaan Siswa Baru
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Yogyakarta— Nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk jenjang SMP maupun ujian sekolah berstandar nasional untuk SD, tetap akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan penerimaan peserta didik baru selain ketentuan zonasi berdasarkan jarak.

"Meskipun nilai ujian nasional tidak digunakan sebagai penentu kelulusan, namun nilai ujian nasional tetap akan digunakan sebagai pertimbangan masuk SMA atau SMP selain jarak," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana, di Yogyakarta, Kamis (26/4/2018).

Edy tetap meminta siswa bersungguh-sungguh saat mengerjakan ujian nasional, termasuk ujian sekolah berstandar nasional (USBN) untuk jenjang SD/MI yang akan diselenggarakan serentak 3 hingga 5 Mei.

"Kami pun berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menyelenggarakan ujian nasional dengan baik meskipun sempat ada beberapa kendala mulai dari server pusat down, koneksi jaringan lambat, mati listrik, hingga soal yang kurang lengkap. Tetapi, semuanya bisa teratasi," kata Edy menyinggung pelaksanaan UNBK SMP yang baru saja berakhir.

Siswa yang tidak bisa mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk jenjang SMP, masih dapat mengikuti ujian susulan yang akan diselenggarakan pada 8 dan 9 Mei di setiap sekolah yang menjadi sub rayon yaitu di SMP Negeri 2 Yogyakarta, SMP Negeri 5 Yogyakarta, SMP Negeri 7 Yogyakarta, SMP Negeri 8 Yogyakarta dan SMP Negeri 9 Yogyakarta.

Selama empat hari penyelenggaraan UNBK SMP, di Kota Yogyakarta tercatat sembilan siswa tidak mengikuti ujian, yaitu tujuh siswa karena sakit sedangkan dua lainnya mengundurkan diri.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, rancangan peraturan wali kota terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi akan segera ditetapkan.

"Aturan segera ditetapkan namun menunggu waktu yang baik. Apalagi, siswa SD belum menjalani USBN. Peraturan akan ditetapkan setelah siswa selesai ujian agar fokus mereka tidak terpecah," katanya.

Ia pun meminta siswa, khususnya siswa SD yang akan menjalani USBN tetap fokus belajar agar bisa memperoleh hasil maksimal saat USBN.

"Yang pasti, aturan PPDB berdasarkan sistem zonasi akan implementatif dan tidak menyulitkan. Semua siswa di Kota Yogyakarta bisa mengakses sekolah," katanya.

Konsep jarak yang akan diterapkan dalam PPBD tahun ini, didasarkan pada jarak RW tempat tinggal siswa ke sekolah dan akan ada penghargaan khusus atas prestasi yang diraih siswa.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)