logo rilis
Ngeri! Jadi Begini Taktik Bupati Purbalingga Terima Suap
Kontributor
Tari Oktaviani
06 Juni 2018, 11:15 WIB
Ngeri! Jadi Begini Taktik Bupati Purbalingga Terima Suap
Ketua KPK, Agus Rahardjo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Ketua KPK, Agus Rahardjo menyatakan bahwa Bupati Purbalingga Tasdi sempat mengancam untuk memecat Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Purbalingga, Hadi Iswanto jika tidak membantu pihak swasta, Librata dan Hamdani dari PT Sumber Bayak Kreasi untuk menang dalam lelang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap 2.

Adapun Ancaman ini dilakukan Tasdi dalam pertemuan di sebuah rumah makan sekitar awal Mei 2018. Tasdi mengancam karena telah menerima suap Rp100 juta dari Hamdani, Librata dan Ardirawinata untuk memenangkan PT Sumber Bayak Kreasi dalam lelang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap 2. Adapun suap ini diduga merupakan bagian dari commitment fee sebesar 2,5 persen dari nilai proyek senilai Rp22 miliar. 

"Pada awal Mei 2018, diketahui terjadi pertemuan di sebuah rumah makan. TSD (Tasdi) diduga mengancam akan memecat HIS (Hadi Iswanto) jika tak membantu LN (Librata Nababan)," kata Agus, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Lalu, setelah memastikan bahwa PT Sumber Bayak Kreasi akan menang, Tasdi pun meminta commitment fee sebesar Rp500 juta pada pertengahan Mei 2018,

"Tanggal 26 Mei 2018, PT SBK (Sumber Bayak Kreasi) ditetapkan sebagai pemenang lelang ulang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahun 2018," paparnya. 

Untuk merealisasikannya, Hamdani memerintahkan seorang anak buahnya untuk mentransfer uang sebesar Rp100 juta ke rekening seorang stafnya yang berada di Purbalingga. Uang ini kemudian dicairkan staf Hamdani di Bank BCA Purbalingga, dan diserahkan kepada Ardirawinata.

Kemudian, tindak lanjutnya Ardirawinata menemui Hadi di sekitar proyek Purbalingga Islamic Center untuk memberikan uang tersebut. "Kemudian AN (Ardirawinata Nababan) menyerahkan uang Rp 100 juta tersebut pada HIS di dalam mobil yang dikendarai HIS," papar Agus.

Diketahui, KPK menetapkan Tasdi dan Hadi sebagai tersangka penerima suap, sementara Hamdani Kosen, Librata Nababan, dan Ardirawinata ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


500
komentar (0)