logo rilis

Nelson Mandela, Perselingkuhan Winnie dan Apartheid
Kontributor

11 Januari 2018, 12:09 WIB
Nelson Mandela, Perselingkuhan Winnie dan Apartheid
Nelson Mandela dan Winnie. FOTO: Istimewa

NELSON Mandela, akhirnya menceraikan Nomzamo Winifred Zanyiwe Madikizela yang karib disapa Winnie, istrinya. "Jika seluruh alam semesta membujuk saya untuk berdamai dengan tergugat, saya tidak akan... saya bertekad untuk menyingkirkan pernikahan tersebut," tegas Mandela dalam persidangan, 19 Maret 1996.

"Tempat tidur adalah tempat dimana pasangan suami istri mendiskusikan hal-hal intim. Ada banyak hal yang ingin saya diskusikan, tetapi dia tipe orang yang takut beda pendapat. Saya merasa menjadi orang paling kesepian sepanjang bersamanya," bebernya sebagaimana ditulis The Independent.

Baca Juga

Keduanya resmi berpisah pada Maret 1996. Saat putusan itu diketuk, Mandela telah menjadi Presiden Afrika Selatan. 

Di pengadilan, terungkap alasan Mandela menceraikan Winnie. Perselingkuhan! Ada bukti surat Winnie bertanggal 17 Maret 1992 kepada selingkuhannya, Dali Mpofu, yang bocor ke media.

"Aku terus mengatakan padamu, situasi memburuk di rumah, tapi kau sama sekali tak terganggu karena kau memuaskan diri setiap malam dengan seorang wanita," tulis Winnie dalam surat itu. 

"Aku bukan orang bodoh, Dali!"

 "Kamu seharusnya peduli terkait fakta aku tak lagi bicara dengan Tata (Mandela) selama 5 bulan gara-gara kamu. Tapi itu tak lagi mengkhawatirkan bagimu."

Sebelum surat Winnie kepada selingkuhannya itu bocor ke media, rupanya Mandela sudah mengetahui perilaku istrinya. Sejak itu, ia menolak kunjungan Winnie ke sel tempatnya di penjara di Pulau Robben. 

Mandela dan Apartheid

Mandela tertatih melangkah ke podium. Hari itu, 29 Agustus 2007, dedikasinya terhadap nilai keadilan dan kemanusiaan diabadikan dalam bentuk patung setinggi 2,7 meter, di Westminster, London. 

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, yang menyibak tirai patung itu, penanda peresmian, mengatakan, Mandela tidak bisa dibungkam dengan sel penjara, pengadilan sandiwara, dan bahkan ancaman eksekusi. “Ia akan dikenang sepanjang masa sebagai pemimpin yang mengakhiri politik perbedaan warna kulit (apartheid),” kata Brown.

Di podium, Mandela yang telah berusia 89 tahun, merendah. Ia menilai, kehadiran patung dirinya di Wesrminster itu sebagai representasi perjuangan banyak manusia. "Meski ini patung satu orang, tapi sejatinya melambangkan mereka yang melawan penindasan," kata Mandela di depan 7.000-an hadirin. 

"Oliver pasti bahagia seandainya berada di sini," ujar Mandela menyebut nama sahabatnya yang pernah menjabat Presiden Kongres Nasional Afrika (ANC). Partai yang dilarang semasa apartheid itu meraih 62% suara pada pemilihan umum demokratis multiras pertama di Afrika Selatan dan mengantarkan Mandela menjadi presiden kulit hitan pertama di negara itu pada 10 Mei 1994.

Dalam buku otobiografinya Long Walk to Freedom, Mandela menulis, meskipun gemar berkawan, ia mengaku lebih menyukai kesendirian. Dengan begitu, ia punya kesempatan menjadi diri sendiri, membuat rencana dan berfikir. Namun, tak ada orang yang tahan terus-menerus kesepian. "Saya sangat merindukan istri dan keluarga saya." Hanya, ada saja kejadian yang membuatnya harus tabah.

Perjuangan panjang Mandela, yang juga berbuah Nobel Perdamaian 1993, patut dikenang. Sekalipun, ada cerita Winnie di sana. Memang, tak ada gading yang tak retak.. 


#Nelson Mandela
#Perselingkuhan
#Winnie
#Apartheid
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)