logo rilis

Nelayan Geram, Kapal Pukat Gerandong Bebas Tangkap Ikan
Kontributor

24 April 2018, 08:18 WIB
Nelayan Geram, Kapal Pukat Gerandong Bebas Tangkap Ikan
Nelayan tradisional melaut di wilayah perairan Sulawesi Tenggara. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Medan— Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara meminta Badan Keamanan Laut atau Bakamla agar menertibkan kapal pukat gerandong yang masih beroperasi di perairan Belawan, Sumut. Lantaran, mengganggu wilayah tangkapan nelayan tradisional di daerah itu.

Wakil DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut, Nazli, mengatakan kapal pukat gerandong atau boat gandeng dua itu ilegal dan juga merusak lingkungan di laut. Oleh karenanya, harus dirazia petugas keamanan di laut, yakni TNI AL, Polisi Air, dan Dinas Kelautan dan Perikanan, sehingga tak terjadi konflik dengan nelayan tradisional.

"Karena selama ini, nelayan kecil yang menangkap ikan di perairan Belawan, merasa terusik dengan kehadiran pukat gerandong yang menggunakan kapal berukuran besar itu," ujar Nazli di Medan, Selasa (24/4/2018).

Menurutnya, kapal pukat gerandong juga melanggar Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 02 tahun 2015.

Nazli juga menjelaskan, kapal pukat gerandong yang melaksanakan aktivitas di perairan Belawan, mencapai ratusan unit dan nelayan tersebut secara bebas menangkap ikan.

"Beroperasinya pukat gerandong milik pengusaha pemodal besar itu, menimbulkan kecemburuan sosial bagi nelayan kecil di Belawan," ucapnya.

Ironisnya, beroperasinya pukat gerandong di Belawan, juga telah dilaporkan nelayan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, dan dilaporkan Anggota DPR RI yang berkunjung ke daerah tersebut.

Namun, hingga kini belum ada tanggapan dan kapal pukat gerandong masih menangkap ikan dan nelayan tradisional sudah cukup sabar melihat aktivitas kapal yang melanggar peraturan pemerintah tersebut.

"Kehadiran pukat gerandong di Belawan, jangan sampai menimbulkan tindakan anarkis antara nelayan kecil dengan nelayan pukat gerandong," ungkap Nazli.

Sebelumnya, nelayan tradisional membakar sejumlah kapal penangkap ikan pukat gerandong atau pukat teri tarik dua, di kawasan Perairan Gabion Belawan, Senin (19/2/2018) pukul 06.30 WIB.

Aksi pembakaran tersebut, dilakukan sekelompok orang, ketika melihat beberapa kapal pukat teri tarik dua berlayar menuju laut lepas untuk menjaring ikan.

Puluhan massa dengan menggunakan sejumlah perahu berukuran kecil menghadang kapal ikan pukat gerandong tersebut dan meminta agar kembali ke tangkahan, karena mereka mengunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan dilarang oleh pemerintah.

Namun, permintaan tersebut tak dihiraukan nelayan kapal pukat gerandong, hingga massa mendekati kapal.Massa kemudian memaksa nelayan pukat gerandong turun dari kapal dan mengevakuasi mereka, kemudian membakar sedikitnya 8 unit kapal atau 4 pasang kapal ikan pukat gerandong.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)