Home » Peristiwa » Dunia

Negara-Negara Eropa Imbau Warganya Jauhi Yerusalem

print this page Rabu, 6/12/2017 | 20:23

Kompleks Masjidil Aqsha di Yerusalem. FOTO: Palestineembassy.com

RILIS.ID, Jakarta—  Belum sampai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengesahkan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem, sejumlah pemimpin Eropa telah menunjukkan kekhawatiran adanya kekacauan di kawasan. 

Jerman, melalui Menteri Luar Negerinya, memperingatkan warga negaranya yang berada di Yerusalem agar waspada terhadap potensi eskalasi konflik menyusul rencana AS memindahkan kedutaannya dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota baru Israel. 

"Mulai dari 6 Desember, ada potensi demonstrasi di Yerusalem, Tepi Barat, dan Perbatasan Gaza. Potensi bentrok juga perlu dihindari," ucap Menlu Jerman Sigmar Gabriel.

Sigmar juga mengimbau warganya yang berada Palestina agar memantau perkembangan di Yerusalem melalui media sosial dan media lokal.

Kementerian Luar Negeri Prancis dalam situsnya juga memberi imbauan untuk menjauhi pengerahan massa di wilayah-wilayah yang dikhawatirkan terjadi bentrok seperti di Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Gaza. 

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menanggapi rencana AS  tersebut dengan ancaman memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Ancaman Erdogan itu disampaikan di tengah isu visa yang meretakkan hubungan AS dengan Turki.

Penulis Syahrain F

Tags:

Kedubes ASYerusalemKonflik Palestina-Israel