logo rilis
Nasir Djamil: Aksi Terorisme Ada Propaganda Asing
Kontributor
Sukardjito
15 Mei 2018, 17:29 WIB
Nasir Djamil: Aksi Terorisme Ada Propaganda Asing
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil menyampaikan, maraknya kasus terorisme mengandung propaganda asing yang bisa mengancam kedaulatan negara. Masalah terorisme bukan lah persoalan yang enteng, harus diatasi dengan serius dengan strategi keamanan dan pertahanan negara yang mutakhir. 

"Karena kita sadar ada unsur-unsur propaganda asing dalam kasus-kasus terorisme. Bahkan intelejen-intelejen asing itu bisa masuk ke dalam jaringan-jaringan terorisme internasional," jelas Nasir di ruang diskusi wartawan Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/5/2018) seperti dikutip laman resmi DPR.

Politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, bahkan memberikan contoh. "Mereka bisa masuk dalam jaringan Al-Qaidah, bisa masuk dalam jaringan Jamaah Islamiah. Jangan pikir gak bisa, bisa dia masuk. Jadi kemampuan mereka melakukan penetrasi itu luar biasa," papar Nasir. 

Menurutnya dalam konteks penanganan terorisme, sebenarnya dalam Undang-Undang Pertahanan Negara, Undang-Undang tentang TNI, dan Undang-Undang tentang Tindak Pidanan Terorisme Nomor 15 Tahun 2003 sudah ada pengaturan tantang penanganan teror, namun belum sempurna. Karena itu berangkat dari Perpu. 

"Itu kan sudah mengatur, memang pengaturannya belum sempurna. Karena dulu itu  Perppu, lalu disahkan menjadi undang-undang. Sudah ada apa yang harus dilakukan Polisi dan apa yang harus dilakukan TNI," ujar Nasir.  

Menurutnya TNI juga memiliki tanggung jawab tugas selain operasi militer, jadi ada operasi militer selain perang yakni untuk menaklukan terorisme. Lalu kenapa undang-undang yang lama direvisi, Nasir menjelaskan, karena ada dinamika dan ada perkembangan terosisme yang kemudian tidak bisa ditaklukan dengan undang-undang lama. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)