logo rilis
Nasib Belum Jelas, Legislator Minta Pemerintah Serius Tangani Honorer K-2
Kontributor
Kurniati
03 Mei 2018, 13:09 WIB
Nasib Belum Jelas, Legislator Minta Pemerintah Serius Tangani Honorer K-2
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Palu— Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Muhamad Masykur mengingatkan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota agar terus memberikan perhatian serius terhadap perjuangan Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Sulawesi Tengah yang nasibnya dianggap belum jelas sampai saat ini.

"Kita mendukung sepenuhnya perjuangan dari rekan-rekan FHK2I untuk mendapatkan kejelasan status, setelah tahunan bahkan ada yang sudah puluhan tahun mengabdi tapi tidak diberikan kejelasan status," ujar Masykur, di Palu, Kamis (3/5/2018).

Dukungan ini disampaikan Masykur sebagai bentuk tanggapan desakan FHK2I dalam aksi pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Jakarta (1/5/2018) lalu.

Dari ribuan demonstran saat itu, terdapat sekitar seratusan tenaga honorer asal Sulteng ikut turun ke jalan dalam aksi tersebut yang menuntut kejelasan status kepada pemerintah.

Masykur menegaskan, semestinya pemerintah tidak menutup mata atas fakta fakta seperti ini. 

Sebab sejatinya, sekecil apa pun dedikasi yang diabdikan oleh anak negeri, selayaknya diapresiasi oleh negara.

"Memang sebaiknya dilakukan upaya terobosan untuk memberikan solusi, terkait permasalahan ini, karena benturannya terletak di peraturan perundangan undangan sehingga dibutuhkan political will dari pemerintah. Saya kira kuncinya ada disana," ujar politisi Nasdem itu.

Di sisi lain, pemerintah juga terlihat tidak konsisten. Satu sisi tidak ingin memberikan kepastian hukum atas para honorer tapi di lain tempat rekrutmen tenaga honorer juga terus dilakukan.

Di Sulteng terdapat ribuan abdi negara ini yang belum memiliki kejelasan status. 

"Pengabdian selama puluhan tahun sebagai tenaga pendidik, kesehatan, tenaga administrasi dan Satpol PP ini yang mereka sedang perjuangkan terutama bagi mereka yang mengabdi di wilayah pinggiran Sulteng," kata Masykur.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)