logo rilis

NasDem Tolak RUU Pembatasan Transaksi Tunai
Kontributor
Sukma Alam
19 April 2018, 03:30 WIB
NasDem Tolak RUU Pembatasan Transaksi Tunai
Sekretaris Jenderal DPP NasDem, Johnny G Plate. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Partai Nasional Demokrat (NasDem) menolak dengan keras RUU pembatasan transaksi tunai maksimal Rp100 juta rupiah per transaksi. 

Sekjen NasDem Johnny G. Plate menjelaskan, pengaturan pembatasan transaksi tunai sebesar Rp100 juta dapat mengganggu perekonomian dan transaksi dunia. Dampak kerugian besar akan dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Mereka masih terbiasa menggunakan transaksi tunai di kampung dan desa," ujarnya dalam keterangan pers NasDem di Jakarta, Rabu (18/4).

Perlu diakui, saat ini pemerintah belum sepenuhnya menyiapkan infrastruktur non tunai secara memadai. Fasilitas pembayaran non tunai belum merata di seluruh daerah kendati sudah ada program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

"Fraksi NasDem mendukung PPATK dan BI untuk mencari alternatif lain mencegah Tipikor melalui transaksi tunai," tutur ya.

Johnny melanjutkan, RUU pembatasan transaksi tunai dikhawatirkan hanya akan menjadi obyek politisi untuk menyerang pemerintah menjelang Pemilu 2019.

"Mendorong RUU ini merupakan langkah yang tidak cerdas dari sisi momentum politik," tuturnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)