logo rilis

NasDem Pede Usung Ipong-Abid di Pilwali Surabaya
Kontributor
Budi Prasetyo
10 Desember 2018, 11:00 WIB
NasDem Pede Usung Ipong-Abid di Pilwali Surabaya
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Surabaya— Suhu politik menjelang Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2020 mulai menghangat. Terlebih incumbent Tri Rismaharini tak bisa maju lagi karena sudah dua periode.

Sejumlah partai politik secara gamblang berani menyebut nama. Diantaranya PKB yang menjagokan politisi kawakan Fandi Utomo. Partai Demokrat juga memunculkan Bayu Airlangga, Ketua Muda Mudi Demokrat (MMD) yang juga menantu Soekarwo, Gubernur Jatim saat ini.

Tak mau kalah start, Partai NasDem juga mempersiapkan kader untuk maju dalam Pilwali 2020. Tak tanggung-tanggung, NasDem percaya diri (pede) mengusung duet kader dalam pilwali nanti. Mereka adalah Ipong Muchlisoni (Ipong) dengan Moh Abid Umar Faruq (Gus Abid). Pernyataan itu disampaikan Ketua DPD Partai NasDem Kota Surabaya, Sudarsono.

"Kami ini pede mengusung duet kader, Ipong-Abid sebagai Cawali dan Wawali. Keduanya populer, berpengalaman dan kader NU. Karena setelah Gubernur Jatim NU, Wali Kota Surabaya mendatang juga harus NU," tegas politisi yang akrab di sapa Cak Dar itu, Minggu (9/12).

Darsono mengungkapkan, duet Ipong-Abid ini sangat ideal. Ipong politisi matang dan berhasil membangun Kabupaten Ponorogo. Ipong saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem Jawa Timur. Sementara Gus Abid tokoh milenial yang juga kader NasDem yang maju sebagai caleg nomor urut 1 untuk DPRD Jatim dapil Kediri Raya.

Terpenting lanjut orang nomor satu di NasDem Kota Surabaya ini, baik Ipong dan Abid adalah kader NU tulen. Karena syarat calon pemimpin Surabaya yang diusung NasDem harus kader partai dan kader NU. Pilgub lalu, kita berhasil menghantarkan Bu Khofifah dan Mas Emil yang sama-kader NU. Kini saatnya duet kader NU memimpin Kota Surabaya.

"Pak Ipong itu alumni PMII, GusDurian dan keluarga besar NU. Sedangkan Gus Abid putera Gus Faruq keluarga Pondok Pesantren Al Falah Ploso. Keduanya ini NU tulen, kadar NU-nya 24 karat. Wis wayahe orang NU mimpin Kota Surabaya," imbuh Cak Dar.

Caleg NasDem nomor 1 untuk DPRD Jatim ini menambahkan, kepercayaan diri NasDem mengusung duet kader tentunya berlandaskan prinsip proporsional. Artinya, NasDem di Kota Surabaya harus bisa meraih 10 kursi. Dengan 10 kursi, NasDem punya tiket untuk Pilwali Surabaya. Sehingga bisa mengusung kader sendiri.

Karena itu, untuk mewujudkan target di pilwali. NasDem saat ini fokus memenangkan pemilu legislatif (pileg) agar target 10 kursi di DPRD Kota Surabaya bisa tercapai. Selain itu, tentunya NasDem juga berkampanye memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di pilpres yang pelaksanaannya bersamaan dengan pileg.

"Saat ini kita fokus pada kerja-kerja politik menyongsong pileg dan pilpres 17 April 2019. Kalau target pileg tercapai, jalan menuju Pilwali Surabaya akan lebih mudah," tandas Darsono.

Terpisah, Ketua DPP Partai NasDem Bidang Agama dan Masyarakat Adat, Hasan Aminuddin secara terbuka mendukung nama Gus Abid masuk dalam bursa pilwali dari Partai NasDem. Bahkan menurut Bupati Probolinggo dua periode ini, Gus Abid layak menjadi Cawali.

Menurut anggota Fraksi NasDem DPR RI itu, Gus Abid adalah Ketua GP Ansor Jatim yang merupakan ormas kepemudaan terbesar di Jawa Timur. Karena itu kepemimpinannya sudah teruji dalam memimpin organisasi besar. Apalagi usianya masih muda, baru 29 tahun. Jadi ia masuk kategori milenial.

"Saat ini era milenial, jadi waktunya anak muda memimpin. Apalagi di kota metropolitan seperti Surabaya yang pemilih milenialnya sangat tinggi. Sebagai Ketua DPP saya mendukung Gus Abid sebagai calon Wali Kota Surabaya," pungkas politisi yang akrab disapa Bindereh itu.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID