logo rilis

NasDem: Oposisi Mainkan Isu TKA untuk Timbulkan Paranoid
Kontributor
Sukma Alam
28 April 2018, 10:45 WIB
NasDem: Oposisi Mainkan Isu TKA untuk Timbulkan Paranoid
Sekretaris Jenderal DPP NasDem, Johnny G Plate. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Sekjen Partai NasDem, Jhonny G Plate, meminta kubu oposisi tidak paranoid dalam menyikapi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA). Belakangan kubu oposisi kerap mengkritik keras pemerintah mengeluarkan Perpres tersebut karena dianggap memudahkan TKA bekerja di Indonesia.

"Kami lihat ada kecenderungan dan sangat mendorong rekan-rekan politik khususnya poros sebelah atau oposisi untuk tidak paranoid politik, jangan berpolitik paranoid," kata Jhonny dalam keterangan pers NasDem di Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Cara berpolitik yang paranoid itu, kata Jhonny, justru akan berdampak buruk bagi Indonesia. Dia mengajak kubu oposisi tidak tidak paranoid dalam berpolitik demi kepentingan bangsa dan negara.

"Mengembangkan paranoid politik itu berefek buruk bagi Indonesia. Ini mau berjuang untuk siapa? Untuk kepentingan sendiri atau untuk kepentingan rakyat. Kalau untuk kepentingan bangsa dan negara maka tinggalkan paranoid politik," ucapnya.

Menurut Jhonny, kebijakan pemerintah untuk membangun investasi dan industri generasi ke 4 seharusnya didukung oleh seluruh unsur termasuk kubu oposisi.

"Hal-hal yang baik dan kebijakan pemerintah untuk bangun Indonesia yang berpihak pada tenaga dalam negeri. Dan pada peningkatan investasi dan angkat industrialisasi karena sekarang industri generasi ke 4 yang dikembangkan, harus didukung sepenuhnya oleh stakeholder dan komponen dan unsur politik di dalam dan di luar pemerintahan," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan isu tentang Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) bukanlah isu yang sengaja 'digoreng' atau dibesar-besarkan. Sebab, pada kenyataannya, Perpres tersebut memberi kemudahan pada TKA. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)