logo rilis
NasDem Geram dengan Ulah Anak Buah Anies Baswedan
Kontributor
Fatah H Sidik
23 Maret 2018, 22:43 WIB
NasDem Geram dengan Ulah Anak Buah Anies Baswedan
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— ?Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta geram dengan ulah Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Naufal Firman Yursak, ihwal dugaan intimidasi kepada wartawan terkait bocornya informasi penutupan Alexis. 

"Saya menyesalkan terjadinya disharmonisasi antara awak media dengan unit kerja Pemprov DKI terkait rencana penutupan Alexis," ujar Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus, kepada rilis.id via pesan singkat di Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Menurut Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Pusat ini, sepantasnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tak perlu lagi melakukan kebijakan secara diam-diam di era keterbukaan seperti sekarang. Jika demikian, bakal menimbulkan kehebohan.

"Bila secara administrasi pemerintahan daerah sudah memenuhi syarat untuk melakukan penutupan kegiatan usaha, m??aka sepertinya harus juga diketahui publik," jelasnya.

Bestari menambahkan, media pun berperan sentral untuk menginformasikannya kepada publik. "Tentang apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah," tuntas Anggota Komisi D DPRD D DKI ini.

Gubernur DKI, Anies Baswedan, menyebut Pemprov DKI tak steril. Pernyataan itu merepons bocornya rencana menutup Alexis.

"Jadi, rencana penindakan ada, eksekusi belum dilakukan. Ada pihak-pihak yang entah bagaimana mungkin kepada pihak satu dan lainnya, itu bagian dari contoh organisasi kita memang enggak steril, tuh," ucapnya, Kamis (22/3).

Baca: Penutupan Alexis Bocor, Anies: Pemprov DKI Enggak Steril

Sementara itu, seorang wartawan yang enggan disebutkan identitasnya mengaku, sempat ditanya Naufal soal asal-usul surat terkait penutupan Alexis. Naufal pun meminta rekaman wawancara wartawan dengan Wakil Kepala Satpol PP DKI Hidayatullah serta Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Toni Bako.

Sayangnya, permintaan Naufal tentang rekaman wawancara tak dikabulkan. "Kalau saya memberikan rekaman telepon ke dia, itu menyalahi aturan jurnalistik," terang wartawan yang bertugas di Balai Kota DKI ini.

Sang wartawan kemudian menerangkan, informasi penutupan Alexis didapatkannya bukan dari kedua pejabat tersebut. "Surat itu tersebar dan kami cuma mencoba mengonfirmasi ke kedua pejabat itu," ungkapnya.

Di sisi lain, Naufal enggan menjawab ketika ditanya dirinya sedang berupaya mencari pihak yang membocorkan surat tersebut.


500
komentar (0)