logo rilis

NASA 29, Pendatang Baru yang Menjanjikan
Kontributor

10 April 2018, 20:56 WIB
NASA 29, Pendatang Baru yang Menjanjikan
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Jagung merupakan komoditas pangan utama setelah padi dan gandum. Kebutuhan akan jagung terus mengalami peningkatan, dan beberapa tahun terakhir impor jagung tidak dapat dihindari. 

Pada 2016, impor jagung sudah mengalami penurunan sekitar 60 persen, dan pada 2018 telah berbaik arah, didi ma pemerintah telah berhasil menghentikan impor jagung. Bahkan, hingga April 2018, ekspor jagung ke Philipina sudah dilakukan hingga tiga kali. 

Penggunaan varietas unggul baru jagung hibrida, merupakan salah satu upaya khusus dalam peningkatan produksi jagung. Pemulia Balitsereal, UPT Balitbangtan yang diberi mandat untuk merakit dan mengembangkan varietas jagung, telah berhasil merakit jagung hibrida tongkol ganda dengan nama Nakula-Sadewa (NASA 29). 

Meski baru dilepas akhir 2017, NASA 29 kali pertama diperkenalkan pada penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) pada 2016 di Boyolali. Kini, varietas ini telah banyak diadopsi petani jagung di sentra pengembangan jagung pada berbagai provinsi di Indonesia.

Tercatat, diseminasi NASA 29 di Provinsi Jawa Timur (Jatim) seluas 15 hektare dengan produktivitas 12,5-13,5 t/hektare, Jawa Barat (Jabar) dengan luasan 10 hektare, produktivitas mencapai 11,5-12,5 t/hektare, di Jambi dengan luasan 5 hektare, produktivitas 11,35-12 t/hektare, sedangkan di  Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai luasan 30 hektare dengan produktivitas 11,5-12,6 t/hektare, Sulawesi Utara (Sulut) luasan 10 hektare, produktivitas 12,15-13,0 t/hektare, Sulawesi Tenggara (Sulteng) dengan luasan 15 hektare, produktivitas 11,25-12 t/hektare dan di NTB juga dengan luasan 30 hektare menghasilkan 12,13-13,41 t/hektare. 

Dengan produktifitas rata-rata 11 ton/hektare hingga 12 ton/hektare, pemerintah yakin ekspor jagung tahun ini dapat dilakukan lagi menyusul tiga daerah sebelumnya Gorontalo, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.

Sementara, respons petani pada setiap lokasi pengembangan sangat baik, karena pada umumnya sudah sesuai dengan preferensi petani, yaitu vigoritas tinggi dengan pertumbuhan cepat, batang besar dengan perakaran yang kokoh, sehingga tahan rebah, tahan penyakit bulai, karat dan hawar daun juga toleran terhadap kekeringan.

Selain itu, ukuran biji yang besar dengan daya tancap yang dalam, serta jenggel yang kecil dan keras, sehingga rendemennya tinggi dan mudah dipipil. Ukuran tongkol juga besar dan panjang, serta stay green, sehingga sangat disukai oleh petani jagung, karena batang dan daun bagian atas tongkol dapat dimanfaatkan sebagai pakan hijauan ternak.

NASA 29 memiliki umur panen 100 hst, dengan warna biji kuning-oranye. Potensi hasil yang tinggi mencapai 13,5 t/hektare, serta kelebihan lainnya menjadikan NASA 29 sebagai pendatang baru yang menjanjikan peningkatan pendapatan bagi petani.

Sumber: LEN/RTPH/Uje/Humas Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)