logo rilis
Napi Teroris di Nusakambangan Belum Bisa Dijenguk
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
12 Mei 2018, 15:30 WIB
Napi Teroris di Nusakambangan Belum Bisa Dijenguk
Ilustrasi narapidana ditahan pihak kepolisian. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Cilacap— Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, mengatakan, narapidana kasus terorisme yang baru dipindah dari Rutan Mako Brimob ke sejumlah lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, belum boleh dikunjungi keluarga.

"Untuk sementara belum boleh dikunjungi. Sekarang sedang dalam asesmen akhir," katanya di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Sabtu (12/5/2018) siang.

Ia mengatakan, para narapidana pindahan tersebut saat ini ditempatkan di tiga lembaga pemasyarakatan Pulau Nusakambangan, yakni Lapas Batu, Lapas Pasir Putih, dan Lapas Besi.

Dari tiga lembaga pemasyarakatan tersebut, kata dia, Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih merupakan lapas "high risk".

Akan ada asesmen  yang melibatkan petugas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Kepolisian. Tujuannya untuk mengetahui penggolongan yang tepat sebelum ditindaklanjuti.

"Harus diasesmen benar-benar, mana yang masih berideologi radikal, yang sudah kooperatif, dan mana yang hampir selesai menjalani masa hukuman karena putusan pidananya pendek," jelasnya.

Ia mengatakan, sekarang informasi tersebut baru berasal dari napi-napi itu, sehingga pihaknya belum bisa mempercayainya dan harus dicek dengan dokumen yang dimiliki Ditjen Pemasyarakatan.

Setelah asesmen selesai dilakukan, kata dia, nantinya akan dilakukan pembagian sel namun belum pasti jumlah pembagiannya di masing-masing lapas.

Menurut dia, kapasitas di tiga lapas tersebut masih mencukupi, bahkan di Lapas Besi masih sangat terbuka karena kapasitasnya besar.

"Yang pasti 'one man, one cell' (khusus napi yang berisiko tinggi di lapas 'high risk', red.). Sementara untuk Lapas Besi bagi napi yang sudah kooperatif," tegasnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)