logo rilis
Nano Zeolit Dukung Ekspor Buah, Ini Buktinya...
Kontributor
Elvi R
14 Agustus 2019, 16:12 WIB
Nano Zeolit Dukung Ekspor Buah, Ini Buktinya...
Nano Zeolit pada salak. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Umur simpan buah yang pendek menyebabkan petani, pedagang dan eksportir buah menjadi rugi. Buah tidak dapat disimpan dan dijajakan (display) apalagi ditransportasikan  dalam waktu yang lama.  Kita ketahui bersama ketika buah dipanen,  buah masih melakukan aktifitas metabolisme. Metabolisme menjadi penting karena salah satu hasil dari proses tersebut adalah buah menjadi matang dan siap dikonsumsi. Namun, metabolisme yang terlalu cepat akan menyebabkan proses pematangan buah menjadi semakin cepat, sehingga umur simpan buah menjadi pendek. 

Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan upaya untuk  mengendalikan prosesnya. 
Balai Besar Litbang Pascapanen telah memiliki solusi dalam mengatasi hal tersebut, jelas Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Dr. Prayudi Syamsuri. 

Teknologi Kemasan aktif nano zeolit KMnO4 yang dikombinasikan dengan penyimpanan pada suhu dingin akan mampu memperpanjang umur simpan buah-buahan. Beberapa hasil penelitian Balai Besar Litbang Pascapanen, membuktikan bahwa dengan kemasan aktif tersebut buah pisang dapat disimpan selama lebih dari 25 hari pada suhu 25°C, nanas dapat disimpan selama lebih dari 20 hari pada suhu 25°C, begitu pula dengan manggis yang tahan disimpan selama lebih dari 30 hari di suhu 10-12°C. Dengan umur simpan yang panjang, eksportir maupun pedagang buah tidak perlu khawatir lagi produknya akan rusak ketika menempuh perjalanan yang lama.

"Etilen-adsorber berupa nano zeolit KMnO4 dalam sachet 3 gram sangat mudah penggunaannya. Untuk setiap 1 kilogram buah cukup mengguna 1 sachet saja, sehingga teknologi kemasan aktif ini menjadi salah satu teknologi yang direkomendasikan oleh Balai Besar Pascapanen," kata Prayudi,

Menurutnya, cara tersebut ampuh dalam mengatasi pendeknya umur simpan produk hortikultura umumnya dan khususnya untuk produk buah-buahan.

Dengan semakin panjangnya masa simpan buah, akan memberikan peluang bagi eksportir untuk mengekspor beragam buah lokal Indonesia dengan jangkauan negara tujuan lebih jauh lagi. Sementara itu untuk pedagang besar maupun pedagang eceran kecil akan dapat menekan kerugian yang biasa terjadi akibat buah yang tidak langsung terjual ketika di display. 

"Memperpanjang umur simpan buah berarti meningkatkan keuntungan para pelaku usaha tani buah lokal maupun ekpsortir," pungkasnya.

Sumber: Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID