logo rilis
Nambah Stafsus, Gerindra Nilai Jokowi Boros dalam Anggaran Negara
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
18 Mei 2018, 10:44 WIB
Nambah Stafsus, Gerindra Nilai Jokowi Boros dalam Anggaran Negara
Ketua DPP Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani.

RILIS.ID, Jakarta— Partai Gerindra mempertanyakan Presiden Joko Widodo menambah 4 staf khusus di lingkaran Istana Kepresidenan. 

Menurut Ketua DPP Gerindra, Habiburrokhman, yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta itu adalah bentuk pemborosan anggaran. 

"Jelas ini akan menambah berat beban anggaran, apalagi di tengah keterpurukan ekonomi saat ini," kata Habiburrokhman kepada rilis.id, Jumat (18/5/2018). 

Habiburrokhman mengatakan, seharusnya Jokowi memaksimalkan peran-peran para menteri yang ada di kabinetnya. Pasalnya, kinerja pemerintahan bisa maksimal bila peran-peran kementerian itu bekerja efektif sesuai bidang tugasnya yang sudah jelas diatur dalam undang-undang. 

"Penambahan stafsus memang hak presiden, tapi ada konsekuensi soal anggaran," ujarnya. 

Selain masalah anggaran, imbuh dia, birokrasi di pemerintahan juga akan semakin rumit dengan ditambahnya 4 staf khusus Istana tersebut. Padahal, lanjutnya, Jokowi seharusnya fokus bekerja ketinbang memberikan jabatan-jabatan baru kepada orang-orang pilihannya tersebut. 

"Saat ini seharusnya presiden fokus kerja keras mengejar pemenuhan janji-janji pemilu dia dulu," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menambah 4 Staf Khusus Kepresidenan yang sebelumnya sudah ada 11. Jokowi beralasan, penambahan itu karena faktor kebutuhan seiring tugas kepresidenan yang semakin banyak tahun ini.

Keempat nama baru Staf Khusus Presiden itu yakni Abdul Ghofarruzin, Siti Dhzu Hayatin, Adita Irawati, dan Ahmad Erani. 

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)