logo rilis
Musim Panen Gadu, Kementan: Produksi Beras Nasional Surplus
Kontributor

12 Juni 2018, 22:23 WIB
Musim Panen Gadu, Kementan: Produksi Beras Nasional Surplus
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto, saat menyaksikan panen padi pada musim gadu di Ngawi, Jawa Timur, Senin (11/6/2018). FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Ngawi— Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto, mengklaim, produksi beras nasional surplus. Alasannya, produksi di Jawa Tengah dan Jawa Timur melampaui kebutuhan nasional.

Katanya, potensi luasan panen di dua sentra produksi beras tersebut menghasilkan sekitar 2,9 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 1.841.102 ton beras. Adapun luas lahan yang dipanen pada Juni sekitar 564.326 hektare dari luas 1,77 juta hektare.

"Jika dihitung secara nasional, maka jumlah GKG pada bulan Juni ini akan diperoleh 9.190.230 ton GKG setara dengan 5.765.951 ton beras," ujarnya saat meninjau panen padi di Ngawi, Jawa Timur, Senin (11/6/2018).

"Jumlah ini menunjukkan, bahwa produksi nasional surplus 3.113.014 juta ton dari kebutuhan beras nasional sebesar 2.652.937 ton beras," imbuh Gatot.

Selain memantau panen, dia menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) dan mitra, TNI, serta Dinas Pertanian setempat untuk menyerap gabah petani. Dalihnya, kualitas gabah panen gadu Juni-Agustus baik, kadar air rendah, tak ada serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

"Sergap yang maksimal pada panen gadu ini, diharapkan mencapai satu juta ton guna memenuhi semua gudang Bulog di Jatim dan Jateng," katanya.

Gatot juga meminta petani untuk langsung mengolah tanah. Sehingga, bisa ditanami padi lagi. Pertimbangannya, curah hujan masih cukup banyak pada musim tanam kedua.

"Petani disarankan tidak menunggu lama-lama, karena kita berpacu dengan waktu. Jika tanam terlalu lama, bukan tidak mungkin akan terjadi gagal panen, karena menjelang musim kemarau tiba," tutupnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)