logo rilis
Muncul Kekhawatiran Pembunuhan Ilmuwan Palestina Terjadi di Indonesia
Kontributor
Syahrain F.
24 April 2018, 22:55 WIB
Muncul Kekhawatiran Pembunuhan Ilmuwan Palestina Terjadi di Indonesia
Anak-anak berpose dengan latar belakang bendera Palestina di depan gedung North Bergen Municipality, di New Jersey, Amerika Serikat pada 13 April 2018. Credit: Anadolu Agency/At?lgan Özdil

RILIS.ID, Jakarta— Sejumlah lembaga pro-Palestina mendesak pemerintah Indonesia untuk merespon pembunuhan terhadap ilmuwan sekaligus imam Palestina, Fadi al-Batsh.

“Kami meminta Indonesia untuk memberikan dukungan konkret kepada Palestina,” ujar ketua Koalisi Pembebas Al Quds Shobri Lubis dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Shobri mengatakan, kasus seperti di Malaysia bisa saja terjadi kepada para aktivis pro-Palestina di Indonesia. Terlebih, Mossad diduga kuat berada di balik pembunuhan.

Shobri mengharapkan pemerintah Indonesia melakukan aksi preventif agar kejadian tersebut tidak terjadi di dalam negeri.

“Kami meminta pemerintah Indonesia melakukan operasi kontra intelijen di dalam wilayah Indonesia,” jelas Shobri yang baru mengikuti konferensi Al Quds di Turki.

Sementara itu, Ketua Spirit of Al Aqsha Bachtiar Nasir menyatakan turut berduka atas tewasnya Fadi al-Batsh yang dikenal sebagai pejuang pembebasan Palestina.

Dia mengaku, lembaganya sudah menjalin kontak dengan keluarga Fadi Al Batsh di Gaza, Palestina, dan telah menyampaikan duka cita.

“Ribuan orang hadir mendatangi rumah duka dan keluarga Fadi Albatsh senang ketika ada orang Indonesia ikut hadir,” jelas Bachtiar.

Mossad
Sementara itu, Israel hingga kini menolak tuduhan Mossad terlibat dalam pembunuhan Fadi al-Batsh.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan kemungkinan besar korban terbunuh karena perselisihan internal Palestina.

Fadi al-Batsh, 35 tahun, ditembak mati oleh dua orang pelaku ketika hendak berangkat sholat Shubuh di Kuala Lumpur, pada Sabtu melansir dari kantor berita Anadolu Agency.

"Tersangka melepaskan 10 tembakan, empat di antaranya menghantam dosen itu di bagian kepala dan tubuhnya. Dia meninggal seketika," kata kepala polisi Kuala Lumpur Mazlan Lazim kepada kantor berita Bernama.

Mazlan mengatakan rekaman video menunjukkan dua pelaku itu menunggu sekitar 20 menit untuk kedatangan dosen Palestina tersebut.

"Kami percaya mereka sengaja menargetkan dosen itu karena dua orang melalui jalanan tersebut tanpa terluka," kata dia.

 

 


500
komentar (0)