logo rilis
Munas Golkar, Surat Dukungan Tertulis Disebut Akal-akalan Menuju Aklamasi
Kontributor
Nailin In Saroh
29 November 2019, 14:47 WIB
Munas Golkar, Surat Dukungan Tertulis Disebut Akal-akalan Menuju Aklamasi
Pembukaan Rakernas Golkar 2018. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPP Partai Golkar, Taufik Hidayat, menilai, diharuskannya surat dukungan DPD I dan DPD II dalam bentuk tertulis merupakan akalan-akalan dari calon ketua umum petahana untuk terpilih secara aklamasi. 

"Surat dukungan tertulis itu akal-akalan atau rekayasa incumbent agar terpilih secara aklamasi," kata Taufik di Jakarta, Kamis (28/11/2019). 

Pernyataan Taufik ini mengomentari keputusan DPP Partai Golkar yang mengharuskan dukungan dari DPD I dan DPD II dalam bentuk surat tertulis.

Melalui instrumen intimidasi, ungkap Taufik, calon petahana mampu melakukan mobilisasi surat dukungan tertulis secara besar-besaran.

"DPD I dan DPD II sebagai pemilik suara dibayang-bayangi ancaman pemecatan atau tidak diberikan promosi duduki jabatan publik bila tidak mendukung incumbent," jelas Taufik.

Taufik mengatakan, skenario ini pernah dicoba saat Munas Bali 2014 lalu yang berbuntut perpecahan.

"Akal-akalan itu mau diulang kembali di Munas 2019. Jangan sampai sejarah buruk terulang lagi," ucapnya.

Menurut dia, hal ini harus dihindari dengan membuka persaingan yang fair antar kandidat, dan menjunjung tinggi sportifitas.

"Berkompetisi secara fair, adil, dan setara, itu prinsip demokrasi," pungkas Mantan Ketua Umum PB HMI ini.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID