logo rilis

MUI Imbau Umat Islam Gunakan Hak Pilih dengan Tanggung Jawab
Kontributor
Nailin In Saroh
24 Juni 2018, 17:00 WIB
MUI Imbau Umat Islam Gunakan Hak Pilih dengan Tanggung Jawab
Pilkada Serentak, ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam menggunakan hak pilihnya dengan kesadaran dan tanggung jawab saat Pilkada serentak di 171 daerah Indonesia yang akan dilaksanakan pada Rabu 27 Juni 2018.

Menurut Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi, Pemilukada adalah sarana untuk memilih kepala daerah melalui sistem pemilihan yang demokratis, langsung, umum, bebas dan rahasia. 

"Diimbau kepada seluruh umat Islam untuk menggunakan hak pilihnya dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan terhormat," ujar Zainut dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/6/2018).

Zainut menilai, masyarakat mesti cermat memilih pemimpin yang jujur, amanah, cerdas (fathonah) aspiratif dan komunikatif (tabligh). Pemimpin tersebut juga harus mampu melindungi dan memberikan rasa aman masyarakat, serta dapat membawa perbaikan, kemajuan dan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat. Soal perbedaan pilihan pun juga harus disikapi secara dewasa.

"Perbedaan pilihan hendaknya disikapi dengan penuh kedewasaan, saling menghormati dan saling memuliakan. Mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok dan golongan. Menjunjung tinggi semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan," tuturnya.

Zainut mengingatkan, para penyelenggara Pemilukada juga wajib bersikap jujur, adil dan profesional agar dapat terselenggara Pemilukada yang tertib, aman, damai dan bermartabat. Sehingga rakyat dapat menggunakan hak pilihnya dengan penuh kesadaran, gembira tanpa adanya tekanan dan paksaan.

"Para peserta Pemilukada baik pasangan calon, partai politik, dan tim sukses hendaknya dapat menciptakan suasana yang kondusif, menjauhkan dari praktik politik kotor seperti kampanye hitam, provokasi, intimidasi, ujaran kebencian, fitnah, dan politik uang," sambungnya.

Sementara, tambah Zainut, kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan media masa diharapkan dapat memerankan diri sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Serta ikut membantu mendinginkan suasana selama masa tenang.

"Sehingga kehidupan masyarakat kembali normal dan pada saatnya rakyat dapat menggunakan hak pilihnya dengan pertimbangan yang sehat, jernih dan rasional," tandasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)