logo rilis
MUI Dukung Bawaslu Bikin Aturan Khotbah, Asalkan...
Kontributor
Ainul Ghurri
11 Februari 2018, 12:26 WIB
MUI Dukung Bawaslu Bikin Aturan Khotbah, Asalkan...
Ilustrasi: RILIS.ID/Fafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung rumusan pedoman atau meteri khotbah yang disusun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid sependapat dengan Bawaslu agar khotbah di masjid tidak membahas isu SARA dan politik uang. 

"Jika yang dimaksud adalah menyusun materi khotbah tentang dua isu (SARA dan politik uang) tersebut, MUI siap bekerjasama dengan Bawaslu demi mewujudkan Pemilu yang berkualitas, aman, damai, bersih, jujur, dan bermartabat," katanya dalam keterangan resmi yang diterima rilis.id di Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Zainut menambahkan, dengan adanya rumusan khotbah tersebut, diharapkan para pemuka agama dan para tokoh politik bertarung di Pilkada dapat mewujudkan pesta demokrasi yang damai.

"Untuk menyosialisasikan Pilkada agar terbebas dari politik uang dan politisasi SARA, maka MUI sangat mendukung," tuturnya.

Namun, lanjut Zainut, MUI meminta kepada Bawaslu agar membuat panduan tentang batasan-batasan pengertian dan ruang lingkup dari politisasi SARA. Menurutnya, hal itu agar para khatib, DAI dan penyiar agama mengetahui batasan ceramah.

"Karena substansinya sesuai dengan rekomendasi Rakernas MUI ke-3 di Bogor Jawa Barat beberapa pekan yang lalu, dengan harapan dapat dijadikan bahan referensi para khatib, DAI dan para penyiar agama agar materi khotbah tersebut dapat disosialisasikan kepada umatnya adalah sesuatu hal yang baik," terangnya.

"Jangan sampai ada perbedaan persepsi dalam memahami hal ini, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Bawaslu tengah menyusun regulasi soal materi khotbah untuk menghindari pidato yang mengarah ke ranah politik uang dan isu sara. Hal itu agar menjadi referensi bagi para DAI dalam menyampaikan ceramahnya.

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID