logo rilis
Mudik, Remaja Jangan Suruh Bawa Motor
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
13 Juni 2018, 22:25 WIB
Mudik, Remaja Jangan Suruh Bawa Motor
Ilustrasi mudik menggunakan motor. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Palu— Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulawesi Tengah menyatakan, pemudik yang menggunakan sepeda motor paling rentan mengalami kecelakaan lalu lintas.

"Sepeda motor paling rentan celaka," kata Ketua MTI Sulawesi Tengah, Taslim Bahar, saat merespon kegiatan mudik di daerah tersebut, di Palu, Rabu (13/6/2018).

Taslim mengatakan, sebagian pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua, apalagi yang mengendarainya merupakan remaja atau anak muda maka cendeng melaju.

Di sisi lain, sebut dia, pengendara kurang memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang terpajang di areal rawan kecelakaan.

Karena itu, remaja dan pemuda yang mudik dengan kendaraan roda dua, sebaiknya tidak terburu-buru mengendarai kendaraan dan memperhatikan rambu lalu lintas.

"Jangan mementingkan kecepatan kendaraan. Tetapi pentingkan keselamatan dalam berkendaraan," ujar Taslim.

MTI juga menghimbau pemudik yang menggunakan roda dua untuk memeriksa kendaraannya dan memastikan kendaraan layak untuk di gunakan.

Masih Jadi PR
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengingatkan para pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan ke kampung halaman.

"Begini, pemudik bersepeda motor ini memang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dipikirkan pemerintah pusat, provinsi, dan kota," kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, di Semarang.

Ia mengakui, banyak para pemudik menggunakan sepeda motor ketimbang angkutan umum, karena alasan kepraktisan. Sebab mereka sekeluarga bisa langsung menuju kampung halamannya.

Persoalannya, kata dia, sepeda motor, apalagi bermuatan banyak seperti untuk mudik sangat riskan jika dipakai perjalanan jauh sehingga pengendara harus ekstra fokus dan berhati-hati.

"Sepeda motor kena angin kencang sedikit saja kan sudah goyang. Apalagi, kalau ada kejadian lalu lintas yang sampai kemudian jatuh. Kan riskan sekali," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)