logo rilis
Mudik Gratis Akan Ditingkatkan, Ini Alasannya
Kontributor
Yayat R Cipasang
20 Juni 2018, 18:21 WIB
Mudik Gratis Akan Ditingkatkan, Ini Alasannya
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Okupansi peserta mudik gratis dalam arus balik mencapai 75 persen. Dengan okupansi yang cukup tinggi ini, Kementerian Perhubungan sepakat untuk meningkatkan kapasitas dan tingkat pelayanan program mudik gratis tahun depan.

"Saya bersyukur ada gelombang ketiga mudik gratis, menggunakan kapal dari Jawa Tengah sudah kembali ke Jakarta dengan selamat dengan suatu okupansi yang baik. Untuk arus balik ini okupansinya 70-75 persen," ujar Menhub Budi Karya Sumadi saat menerima penumpang peserta mudik gratis dengan kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (20/6/2018). 

"Kami bersepakat untuk meningkatkan pelayanan mudik gratis menggunakan kapal ini dengan kapasitas yang lebih baik dan dengan pelayanan yang lebih baik. Ada beberapa catatan dari teman-teman katanya cafe-nya tidak buka 24 jam, harus lebih cepat, dan ada hiburan. Tahun depan kita akan berikan pada mereka," tambah Menhub.

Untuk kapasitas program mudik gratis tahun depan direncanakan akan ditingkatkan hingga 3 kali lipat dari jumlah tahun ini. Selain itu, Kementerian Perhubungan juga akan memaksimalkan sosialiasi program ini.

"Saya akan upayakan 3 kali lipat, jadi kalau bisa kuota jadi 100.000. Cuma nanti akan diliat ketersediaan kapalnya. Keluhan dari para pemudik tadi adalah sosialisasi belum maksimal, tapi kalau sekarang kita sudah punya modal 25 ribu itu lebih mudah meningkatkan menjadi 50 ribu. Data basenya kita ada semua, kita bisa sampaikan kepada mereka dan jadi bisa lebih banyak," tambah Menhub Budi seperti ditulis laman Kemenhub

Program mudik gratis yang diselenggrakan diharapkan dapat menjadi suatu moda baru untuk menyelesaikan masalah kepadatan volume kendaraan pada arus mudik dan arus balik angkutan lebaran tahun ini.

"Tahun ini paling tidak ada 30 ribu pemudik dan ada 15 ribu motor yang berpindah ke mudik gratis. Dan ini bisa menjadi suatu moda baru untuk menyelesaikan masalah," ujar Menhub.


komentar (0)