Home » Inspirasi » Wawancara

MS Hidayat: Novanto Menang Praperadilan, Jokowi Diuntungkan

Minggu, 10/9/2017 | 23:49

MS Hidayat. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Sidang praperadilan Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto, bakal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2017).

Praperadilan tersebut diajukan Setnov, sapaan Novanto, pada 4 September kemarin, karena ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan rasuah Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 17 April silam.

Persidangan tersebut rencananya dipimpin hakim tunggal Cepi Iskandar dan dijadwalkan berlangsung selama empat hari.

Politisi senior Golkar, MS Hidayat, berkeyakinan Presiden Joko Widodo bakal diuntungkan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, kalau Setnov memenangi persidangan tersebut.

Hal tersebut dikatakannya saat wawancara ekslusif dengan Zulhefi Sikumbang dari rilis.id di Jakarta, Minggu (9/9/2017). Berikut petikan lengkap wawancara tersebut:
 

Perkembangan terakhir Golkar bagaimana, Pak? 
Golkar mengalami kemelut akhir-akhir ini, tapi masih manageable. Yang jadi fokus adalah Novanto bisa selesaikan masalah hukumnya, karena sangat terkait dengan image Golkar sebagai parpol. Saya masih melihat ini sesuatu yang masih mungkin membuat Golkar tetap survive, dalam arti saya menduga ada beberapa hitungan politik yang tak bisa diungkapkan yang membuat masalah ini terselesaikan, meskipun ada pro-kontra.

Tapi, di luar itu bagaimana membesarkan partai ini. Sebab partai besar, akibat proses internal ini, tidak bisa recover dukungannya, misalnya dua digit, di atas 14 persen. Sekarang ini 9 persen, Nanti strateginya seperti apa, yang penting tidak single digit.

Masalah hukum Novanto besok (praperadilan) seperti apa? 
Setelah sekian lama prosesnya tidak berjalan, ketum memutuskan ajukan praperadilan. Saya kira, pro-kontra akan terjadi. Novanto mengerti betul, sekali dia masuk ke praperadilan, dia tentu berharap menang.

Ketika Novanto menang di praperadilan, memudahkan Jokowi enggak untuk pilpres karena Golkar dukung Jokowi?
Golkar menjadi tenang kembali dan bisa membesarkan partai adalah sangat penting buat Jokowi ataupun Golkar. Kalau misalnya menang, yang lebih penting lagi membuat partai besar dan itu memberikan dampak ke Jokowi.

Artinya, Presiden back-up praperadilan Setya Novanto?
Saya kira, Jokowi tidak akan berani, karena risikonya sangat tinggi. Menurut saya, kemungkinan Setya Novanto menang masih 50:50. Semua orang melakukan sesuatu biasanya ambil risiko atau calculate risk.

Penulis Zulhefi Sikumbang

Tags:

MS HidayatGolkarJokowiPilpres 2019WawancaraPraperadilan Novanto

loading...