logo rilis
MRT Jakarta-AIIB Bahas Skema Pendanaan 
Kontributor
Kurniati
13 Maret 2018, 15:58 WIB
MRT Jakarta-AIIB Bahas Skema Pendanaan 
Presiden Jokowi ketika meninjau proyek MRT Jakarta. FOTO: Instagram/@mrtjkt

RILIS.ID, Jakarta— PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) membahas skema pendanaan proyek MRT Jakarta di masa depan.

"Pada Senin (12/3) kemarin, kami menerima kunjungan dari sejumlah petinggi AIIB di Jakarta. Ada beberapa hal yang kami bahas, di antaranya skema pendanaan MRT kedepannya," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Menurut dia, kedatangan sejumlah petinggi AIIB itu bertujuan untuk melihat langsung perkembangan protek MRT di Jakarta, sekaligus membicarakan mengenai skema pendanaan, tarif dan potensi bisnis non-fare box MRT Jakarta.

William mengatakan, dalam pertemuan tersebut, setidaknya ada empat skema pendanaan yang dapat dilaksanakan. 

Pertama, melalui pinjaman antar pemerintah dengan equity investment dari pembiayaan pemerintah.

Kedua, melalui commercial corporate finance dalam bentuk asset-based, corporate bonds, atau export credit agencies untuk komponen impor. 

Ketiga, melalui kemitraan pemerintah dan badan usaha.

Terakhir, yaitu melalui Initial Public Offering (IPO).

PT MRT Jakarta, lanjut William, juga telah ditunjuk sebagai operator tunggal pengelola kawasan berorientasi transit (TOD) untuk proyek MRT tahap 1 dan proyek MRT tahap 2.

"Saya rasa penunjukan tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan non-fare box yang akan memastikan kelangsungan pembangunan sekaligus operasional MRT Jakarta," tutur William.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan hingga akhir Februari 2018, perkembangan konstruksi sipil dan arsitektural proyek MRT tahap 1 telah mencapai 91,86 persen. Kemudian, dua set kereta MRT diperkirakan akan tiba di Jakarta pada 26 Maret 2018.

"Kehadiran MRT bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan, dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik, sekaligus memperbaiki kualitas udara," ungkap William.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)