logo rilis
MPR Usul Pemerintah Lestarikan Situs Sumberbeji Jombang Jadi Cagar Budaya
Kontributor
Nailin In Saroh
26 September 2019, 20:00 WIB
MPR Usul Pemerintah Lestarikan Situs Sumberbeji Jombang Jadi Cagar Budaya
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah saat mengunjungi temuan situs bersejarah di Jombang, Rabu (25/9/2019).

RILIS.ID, Mojokerto— Situs Sumberbeji yang terletak di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur tidak sengaja ditemukan oleh warga lokal. Kronologisnya pada Minggu, (30/6/2019) warga Dusun Sumberbeji melakukan kerja bakti untuk menyelamatkan sendang (mata air) yang tertutup lumpur. Saat dilakukan kerja, tidak sengaja ditemukan struktur batu bata kuno yang dibentuk seperti saluran udara. 

Dari hasil survei penyelamatan yang dilakukan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur menemukan situs Sumberbeji mendapat dukungan dari peninggalan era Majapahit abad 13-15 Masehi. Cagar Budaya berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. 

Menanggapi temuan tersebut, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengapresiasi kerja cepat BPCB Provinsi Jawa Timur. Temuan situs bersejarah petirtaan ini semakin memperkaya khazanah warisan budaya bangsa Indonesia. Basarah mendorong situs Sumberbeji agar ditetapkan sebagai Cagar Budaya. 

"Situs Sumberbeji pantai dilestarikan sebagai Cagar Budaya. Pelestarian ini sebagai bentuk penghormatan kita bagi generasi yang telah melahirkan warisan peradaban yang penting bagi bangsa Indonesia. Bentuk konkretnya adalah pemerintah Kabupaten Jombang, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat untuk menuntaskan temuan tersebut sebagai Cagar Budaya, "kata Basarah saat kunjungan temuan situs bersejarah di Jombang, Rabu (25/9/2019).

Dijelaskan Basarah yang dimaksud dengan Cagar Budaya berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 adalah warisan budaya kebendaan sebagai Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya dan Kawasan Cagar Budaya di daratan dan atau di udara yang perlu dilestarikan karena memerlukan bantuan nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan atau budaya melalui proses penetapan. 

Sementara tujuan pelestarian Cagar Budaya yang disetujui dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 ada 5 (lima); melestarikan budaya bangsa dan warisan umat manusia, meningkatkan harkat dan martabat bangsa melalui Cagar Budaya, meningkatkan kepercayaan bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan meningkatkan warisan budaya bangsa kepada masyarakat internasional. 

"Temuan situs Sumberbeji ini semakin mempertanyakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang telah memiliki peradaban adiluhung, peradaban tinggi. Karena menyangkut negara memiliki pertanggungjawaban dan peran penting dalam pengaturan perlindungan, pengembangan dan pengerjaan Cagar Budaya. Yang terlibat Partisipasi masyarakat sebagai pendukung demokrasi nasional dan memberikan partisipasi ekonomi, "jelas legislator asal daerah pemilihan Malang Raya Jawa Timur tersebut. 

Terakhir, Basarah mengatakan bahwa peran negara dalam upaya pemajuan Kebudayaan Nasional terlihat jelas dalam Pasal 32 ayat (1) UUD NRI 1945 "Negara memajukan Kebudayaan Nasional di tengah peradaban dunia dengan mendukung kebebasan masyarakat dalam pembangunan dan mengembangkan nilai-nilai budayanya". Bangsa Indonesia juga telah memiliki aturan turunannya yaitu Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. 

"Temuan Situs Sumberbeji semakin melengkapi keberagaman bangsa. Diperlukan keragaman sesuai dengan kekayaan dan identitas bangsa Indonesia, tidak hanya sebagai pembeda dengan bangsa lain, tetapi juga sebagai investasi untuk membangun masa depan dan peradaban bangsa yang diamanatkan dalam pembukaan UUD NRI 1945," demikian penjelasan Basarah.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID