logo rilis
MPR, Memasyaratkan Empat Pilar di Kaki Gunung Lawu
Kontributor
Nailin In Saroh
22 September 2019, 10:35 WIB
MPR, Memasyaratkan Empat Pilar di Kaki Gunung Lawu
Kabiro Humas MPR Siti Fauziah saat Sosialisasi Empat Pilar MPR di di Yayasan Ar Raudlah Desa Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (21/9/2019).

RILIS.ID, Magetan— Seni Budaya Tradisional Reog, Jaranan, dan Kesenian Ledhug dalam perjalanannya terus berkembang dalam sejarah, kesenian yang sudah sangat dipertanyakan ini memang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat kota yang berjulukan “Kota Kaki Gunung” Magetan Jawa Timur itu.

Maka itu Sekretariat Jenderal MPR RI sengaja memilih seni budaya ini sebagai salah satu metode sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yang dilaksanakan di Yayasan Ar Raudlah Desa Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (21/9/2019), Para tamu yang datang dari berbagai pelosok desa.

Kepala Biro Humas Setjen MPR Siti Fauziah, SE., MM., Saat memberikan sambutan sebagai panitia pelaksana mengundang MPR memilih seni budaya sebagai salah satu metode sosialisasi karena di dalam budaya tradisional ini, terkait dengan filosofi yang harus dipenuhi dan panutan, sebagai tontonan, diharapkan .

Lebih lanjut, Siti Fauziah menjelaskan, dalam memasyarakatkan Empat Pilar, MPR menggunakan berbagai metode. "Selain untuk Sosialisasi, MPR juga ikut melestarikan seni budaya daerah serta memadukan rasa kebhinekaan yang sudah terbangun selama ini".

Sementara Bupati Kabupaten Magetan: Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si, dalam sambutannya meminta terimakasih kepada MPR yang telah mengadakan Sosialisasi Empat Pilar di daerah kaki gunung lawu ini. "Karena sekarang ini masyarakat sudah bicara tentang Pancasila, dan berharap dengan sosialisasi melalui pagelaran ini juga dihimbau masyarakat persatuan agar kita tidak terpecah belah", tuturnya.

Sosialisasi dan pertunjukan seni budaya ini bukan hanya tontonan tapi mari kita ambil hikmah yang terkandung dari Empat Pilar MPR RI dan makna yang ditambahkan dalam Pancasila untuk mengatakan Suprawoto.

Pagelaran Seni Budaya di Kota yang berjulukan “Kota Kaki Gunung” ini dibuka oleh anggota MPR RI yaitu Drs. H. Guntur Sasono, M.Si., dan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Magetan: Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si, Wakil Bupati: Nanik Endang Rusminiarti M.Pd, Kepala Biro Humas Setjen MPR Siti Fauziah, SE., MM., Anggota DPRD Kab. Magetan: H. Soim, Sekretaris Daerah Kab. Magetan: Bambang Tri Yanto, Ketua Yayasan Ar Raudlah Dra Hj. Retno Djumhariati, MM., Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Biro Humas MPR RI: Muhamad Jaya dan Ketua Yayasan Samudra Ilmu Cendekia Jombang: Dr. Arifin, juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Sukomoro dan para tokoh masyarakat desa Tinap.

Dalam sambutannya Guntur Menyampaikan pernyataan tentang hal-hal yang mewakili hal-hal penting di negara ini yang harus kita sosialisasikan kepada masyarakat adalah nilai empat Pilar MPR RI, seperti Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Karena dalam Empat Pilar MPR RI terkandung semangat Gotong Royong yang sudah menjadi jati diri bangsa Indonesia. Mari kita membuat nilai Pancasila agar kita terhindar dari perpecahan seperti yang dilakukan negara lain seperti Uni Sovyet, Yugoslavia dan negara lainnya, kata Guntur.

Menggunakan bahan sosialisasi, Pagelaran yang menampilkan: Kesenian Reog dan Jaranan, Kesenian Ledhug dan Hadroh dengan bintang Tamu , Sekretaris Daerah, Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Biro Humas MPR RI, Ketua Yayasan Ar Raudlah, Kapolres, Danramil, Camat, serta Ketua Yayasan Samudra Ilmu Cendekia Jombang.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID