logo rilis
MPK Minta Usut lagi Masalah Satelit Telkom
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
18 April 2018, 00:16 WIB
MPK Minta Usut lagi Masalah Satelit Telkom
Ilustrasi satelit di luar angkasa. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Koordinator Masyarakat Peduli Keadilan (MPK), Jamal menilai, PT Telkom telah melanggar aturan perundang-undangan tentang komunikasi dan penyelenggaraan satelit. 

“Tanggal 25 Agustus 2017 lalu, ribuan ATM dan kantor perbankan di Indonesia lumpuh akibat gagal beroperasinya satelit Telkom-1,” kata Jamal dalam siaran persnya, Selasa (17/4/2018).

Masalahnya, kata dia, hampir semua bank nasional menggunakan layanan satelit tersebut.

Telkom-1 yang diluncurkan dari Guyana Perancis, Amerika Selatan pada 13 Agustus 1999. Satelit tersebut menempati orbit geostasioner di 108 derajat bujur timur (BT) pada ketinggian 36.000 kilometer di atas Provinsi Riau.

“Ini punya masa hidup 15 tahun, seharusnya sudah purna-tugas pada 2014. Karena, pada 2017 malah gagal dan merugikan masyarakat,” tambah dia.

Kebijakan manajemen PT.Telkom yang memperpanjang usia satelit Telkom-1 hingga 2019 adalah kesalahan administrasi. Bahkan, menurutnya, telah melanggar Pasal 2 poin c UU N0. 19 Tahun 2013 tentang BUMN. 

Karena itu, ia meminta Dirut PT Telkom, Alex J Sinaga, bertanggung jawab atas masalah tersebut. Sebab, kondisi kemarin itu telah banyak merugikan masyarakat, bahkan negara secara finansial.

“PT.Telkom harus bertanggung jawab atas satelit Telkom-1,” ujar dia.

DPR RI khususnya komisi I harus turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan kasus gagal beroperasinya satelit Telkom 1, serta memanggil Alex J Sinaga selaku dirut BUMN itu.

Sebelumnya, pada Agustus 2017, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, pernah menyebutkan bahwa satelit Telkom-1 milik PT Telkom ini sudah uzur. Karena, usia maksimal penggunaanya hanya 15 tahun.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)