Home » Peristiwa » Daerah

MP BPJS Latih Wirausaha Menjadi Penggerak Jaminan Sosial

print this page Jumat, 10/11/2017 | 21:02

Kornas MP BPJS, Hery Susanto. FOTO: Dok. pribadi

RILIS.ID, Pekanbaru— Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (MP BPJS) menggelar pelatihan pengembangan kewirausahaan berbasis jaminan sosial di Pekanbaru, Riau, Jumat (10/11/2017). Tujuannya, perluasan peserta dan keberlanjutan iuran BPJS Ketenagakerjaan serta siap menjadi Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai).

Koordinator Nasional (Kornas) MP BPJ​​S, Hery Susanto, menyatakan pelaku wirausaha, khususnya UMKM, menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Sehingga, harus membekali diri dengan perlindungan dan jaminan sosial. Apalagi, mereka rentan terhadap risiko kerja.

"Pelaku UMKM harus mendapatkan jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK), hingga jaminan hari tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan serta jaminan kesehatan di BPJS Kesehatan. Menjadi peserta kedua BPJS tersebut, akan melengkapi perlindungan maupun jaminan sosial para pelaku UMKM," ujarnya sela acara di Gedung Lembaga Adat Melayu, beberapa saat lalu.

Setelah menjadi peserta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, MP BPJS mendorong pelaku UMKM yang menjadi peserta pelatihan, agar turut aktif sebagai kader Perisai. Meski bisnis utama sebagai pedagang, pengrajin industri rumahan, supir angkot, ojek, dan lainnya, namun bisa tetap eksis dengan lini usaha tambahan aplikasi payment point online banking (PPOB) berupa aplikasi gerai MP BPJS.

"PPOB gerai MP BPJS ini bisa menjadi nilai tambah income dan turut mendorong perluasan kepesertaan BPJS," jelas Hery dalam kegiatan yang turut dihadiri Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Pekanbaru, Mias Muchtar tersebut.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Panam, Wisnu Eko Prihartono, berharap peserta pelatihan menjadi agen Perisai. Tujuannya, demi perluasan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan pelibatan unsur masyarakat luas. "Siapapun bisa menjadi penggerak jaminan sosial, karena ini amanah UU BPJS, bahwa seluruh pekerja wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.

Sedangkan Koordinator Wilayah (Korwil) MP BPJS Sumbar, Riau, dan Kepri, Albion Zikra, menegaskan kesiapannya mendorong partisipasi masyarakat dalam peningkatan kepesertaan maupun kelancaran iuran mandiri peserta BPJS Ketenagakerjaan. Caranya, melalui sosialisasi, edukasi dengan aplikasi PPOB Gerai MP BPJS, dan mendirikan posko-posko MP BPJS di rumah anggotanya.

"Harus diakui, pemahaman warga masih rendah terkait BPJS Ketenagakerjaan. Warga harus bayar iuran BPJS tiap bulan, namun sosialisasi BPJS dinilai masih minim. Mereka sering alami kesulitan dalam pelayanan klaim di rumah sakit mitra BPJS. Sebab, BPJS Ketenagakerjaan belum bermitra dengan faskes terdekat dengan domisili warga, hanya dengan RS tertentu yang jaraknya cukup jauh dengan warga pekerja informal yang mayoritas berdomisili di pelosok desa/kelurahan," ungkap Albion.

Penulis Fatah H Sidik
Editor Sukarjito

Tags:

MP BPJSHery SusantoBPJS KesehatanBPJS KetenagakerjaanWirausaha

loading...