logo rilis

Moreno Soeprapto, Berpolitik untuk Sejahterakan Atlet
Kontributor

26 Mei 2017, 15:12 WIB
Moreno Soeprapto, Berpolitik untuk Sejahterakan Atlet
Moreno Seprapto, Anggota F-Gerindra DPR RI.

Selepas mengisi acara diskusi "Kebangkitan Bangsa Mempererat Persatuan", di Balai Sarwono, Jakarta, Rabu (24/5/2017), Moreno Soeprapto sulit didekati. Bukan karena sombong, tetapi lantaran Angota Komisi III DPR RI ini sedang sibuk melayani ibu-ibu yang tak henti-hentinya minta foto bersama.
 
"Sekarang saya bukan milik sekelompok orang saja, terutama dari kalangan otomotif. Saya sudah menjadi miliknya warga," jawab Moreno saat ditanya mengenai perubahan hidupnya, setelah banting setir dari pembalap menjadi anggota parlemen.
 
Moreno memang sempat mengikuti jejak sang ayah, Tinton Soeprapto, sang CEO Sentul International Circuit (SIC), menjadi seorang pembalap mobil. Sederet prestasi dalam ajang balap mobil nasional maupun internasional sudah pernah disabet Moreno. Di antaranya menjadi juara 3 dalam Asian Formula 3 Championship tahun 2004 dan juara 1 dalam Formula BMW Asia di Shanghai tahun 2004.

Saat masih bekerja untuk Komisi X, Moreno pernah mengatakan akan memanfaatkan posisinya sebagai anggota dewan. Posisinya di komisi yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda & olahraga, ekonomi kreatif dan pariwisata akan mengupayakan kesejahteraan atlet setelah pensiun. Sebagai mantan atlet, Moreno menyaksikan sendiri rentannya kesejahteraan atlet setelah berhenti menjadi bintang olahraga. Saat digeser ke Komisi III yang ruang lingkup kerjanya mencakup hukum, HAM, dan keamanan, Moreno berujar cita-cita tersebut tidak berarti pupus.
 
"Kenapa saya sekarang ada di Komisi III, karena untuk mengatasi semua masalah itu kita harus memahami legal standing. Misalnya saya ingin menyejahterakan dunia olahraga, tidak hanya tentang atlet saja, ya, tetapi juga tentang meningkatkan prestasi di Olimpiade sampai dengan Asian Games, saya, kan, juga harus mengerti aturan (dalam bidang olah raga) yang sesuai dengan undang-undang," kata politisi Partai Gerindra ini.

Baca Juga

Lagi pula, menurut alumni jurusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina tersebut, meski ia bekerja untuk Komisi X atau pun Komisi III yang masing-masing cakupan bidang kerjanya terbatas, ia tetap harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan anggota dewan lintas komisi. Jadi, setiap komisi sebenarnya saling terkait.
 
"80 persen warga Dapil saya, yaitu Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, itu bekerja di sektor pertanian dan peternakan. Walaupun saya di komisi X, saya tetap harus memahami apa masalah pertanian saat ini. Kenapa mereka gagal panen, kenapa subsidi bibit dari pusat tidak sesuai dengan kebutuhan, terus juga banyaknya pungli, bukan saya bicara mengenai kelembagaan, ya, tetapi oknum. Nah, itu kan tugas kita untuk berkoordinasi dengan Komisi IV," kata Moreno.
 
Dengan sumringah, Moreno mengatakan ada kenikmatan yang dirasakan ketika dirinya memetakan permasalahan masyarakat, mengkomunikasikan permasalahan tersebut dengan anggota dewan lintas komisi, serta berkomunikasi dengan para eksekutif dan pengelola anggaran untuk mengatasi permasalahan yang ada. Ia mengaku urung kembali ke arena balap sebagai atlet, dan memilih fokus menjadi anggota dewan. 
 
"Kalau balap langsung saya tidak mungkin turun lagi. Lebih baik saya memikirkan bagaimana menciptakan generasi penerus di bidang otomotif atau yang lain, melihat potensi-potensi di cabang olahraga mana yang bisa mengangkat prestasi Indonesia. Dan kalau masih dipercaya dan kita memang masih berguna, Insya Allah tetap ingin mengabdi kepada masyarakat pada masa pemerintahan berikutnya," tutup Moreno.

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)