logo rilis
Molor, Potret Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang
Kontributor
Elvi R
16 Oktober 2020, 18:00 WIB
Molor, Potret Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan ruas tol dalam kota Kelapa Gading-Pulo Gebang, Jakarta. Foto: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Pembangunan ruas tol dalam kota Kelapa Gading-Pulo Gebang sejak Februari 2017 belum juga rampung. Awalnya, ruas jalan tol ini ditarget rampung akhir 2019 lalu. Namun, hingga kini pembangunannya belum juga selesai atau molor lebih kurang 18 bulan. Padahal, panjang ruas tol ini cuma 9,3 kilo meter saja.

Menurut Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik (PUPR) Endra Saleh Atmawidjaja ada beberapa kendala utama dari penyelesaian proyek ini. Pertama, terkendala karena lokasi pengerjaan tol ini berada di tengah kota yang padat penduduk dan kendaraan. Hal itu membuat intensitas pekerjaan menjadi terbatas mengingat padatnya aktifitas kendaraan dan lain sebagainya.

"Tol di dalam kota yang suasana traffic-nya padat, itu windows timnya pendek, jadi waktu kerjanya itu terbatas karena kita bisa bayangkan di kiri kanan ini kan sangat padat lalu lintasnya," ujar Endra saat meninjau lokasi, Kamis (15/10/2020).

Sehingga aktivitas pembantunan dibatasi, agar aktivitas ekonomi di daerah tempat tol ini dibangun tetap berjalan lancar. "Selain itu, kita juga ingin di koridor ini di koridor ini dari Boulevard Kelapa Gading sampai Bekasi itu tidak ingin ekonominya juga terganggu. Jadi kita ingin ekonomi atau kegiatan usaha di sepanjang koridor juga tetap hidup," sambungnya.

Tidak hanya kendala itu, Endra memaparkan, ada masalah pembebasan lahan yang tak kunjung terselesaikan. Menurutnya yang membuat lamban proses pembebasan lahan di ruas tol ini adalah karena banyaknya bangunan dan utilitas penting lainnya yang berada di sepanjang koridor tersebut. Di antaranya terdiri dari pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET - 150 kV), dan utilitas-utilitas lainnya, seperti Pipa gas, Pipa air bersih, Saluran Kabel Tegangan Menengah, dan Saluran Distribusi/ Jaringan Tegangan Rendah. Beberapa utilitas dimaksud berada pada lahan yang belum bebas itu.

"Kemudian pembebasan tanahnya karena ini di dalam kota juga butuh proses ya. Pembebasan tanahnya ini bukan hanya bangunan gedung tapi ada utilitas. Utilitas ini ada Sutet, ada jalur Gas Negara, ada pipa air, kemudian ya ada listrik mungkin di situ," tambahnya.

Anggota BPJT Unsur Profesi Koentjahjo Pamboedi menambahkan alasan molornya konstruksi proyek ini.

"Di dalam kota itu jaringannya (lalu lintas) sudah sangat padat kendaraan. Untuk di luar itu kita bahkan membangun lingkar dalam kota Jorr (Jakarta Outer Ring Road Toll), Jorr 1, Jorr 2, bahkan nanti kemungkinan ada lagi Jorr 3 yang sedang lagi kita proses. Jadi betul-betul radial Timur Barat itu sangat dibutuhkan," paparnya.

Ia meminta semua pihak memaklumi situasi tersebut mengingat tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Tim rilis.id berhasil ikut meninjau keadaan tol Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang. Berikut dokumentasinya.

Sejumlah pegawai dari Kementerian PUPR meninjau pembangunan ruas tol dalam kota Kelapa Gading-Pulo Gebang, Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria.

Peninjauan dilakukan Kementerian PUPR dari semua aspek. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria.

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan ruas tol dalam kota Kelapa Gading-Pulo Gebang, Jakarta. Foto: RILIS.ID/Panji Satria.

Suasana proyek pembangunan ruas tol dalam kota Kelapa Gading-Pulo Gebang, Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria.

Pekerja memarkir mobil alat berat yang digunakan untuk menyelesaikan ruas tol dalam kota Kelapa Gading-Pulo Gebang. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria.

Suasana jalan dibawah proyek pembangunan ruas tol dalam kota Kelapa Gading-Pulo Gebang, Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria.

Pekerja sedang merangkai besi untuk menyelesaikan proyek pembangunan ruas tol dalam kota Kelapa Gading-Pulo Gebang, Jakarta. Foto: RILIS.ID/Panji Satria.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2020 | WWW.RILIS.ID