logo rilis
Moeldoko: Migas Indonesia, Berinovasi atau Mati!
Kontributor
Ainul Ghurri
28 Maret 2018, 02:18 WIB
Moeldoko: Migas Indonesia, Berinovasi atau Mati!
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengingatkan, industri sektor minyak dan gas bumi (migas) agar membangun organisasi yang profesional dan berstandar internasional.

Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari komitmen besar untuk memastikan sumber daya alam dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, sebagaimana tertuang pada UUD 45 pasal 33 ayat 3 yang berbunyi Bumi, Air dan Kekayaan Alam yang Terkandung di Dalamnya Dikuasai oleh Negara dan Dipergunakan untuk Sebesar-besar Kemakmuran Rakyat.

“Kita harus melanjutkan pembaharuan-pembaharuan untuk menegakkan konstitusi yang dibangun founding fathers kita, antara lain Muhammad Hatta. Perekonomian sektor migas Indonesia Merdeka harus berdasar kepada cita-cita tolong-menolong dan usaha bersama,” katanya di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Mantan Panglima TNI itu menyebutkan, sektor migas merupakan tempat bagi beribu-ribu orang menggantungkan nasib dan nafkah hidupnya. 

"Jangan kita biarkan suap menjadi penghambat investasi, penghambat pertumbuhan dan menjadi persaingan usaha yang tidak sehat," tegasnya. 

Moeldoko memandang, terkadang manusia terjebak dalam situasi yang tidak optimal karena terlalu fokus pada kepentingan diri sendiri dan melupakan kepentingan orang lain. 

Keseimbangan dan semangat kebersamaan, terkadang tidak selalu tercermin dalam aktivitas perekonomian nasional. 

"SNI ISO 37001 membantu sektor migas terhindar dari praktik-praktif yang tidak mencerminkan semangat kebersamaan dan kepentingan bersama," ujarnya

"Asas kekeluargaan atau brotherhood adalah pernyataan adanya tanggung jawab bersama untuk menjamin kepentingan, kemajuan dan kemakmuran bersama. Brotherhood mengutamaan kepentingan masyarakat meski tidak mengabaikan hak-hak individu. Maju brotherhood migas Indonesia! Berinovasilah atau mati," pungkas Moeldoko.
 

Editor: Kurniati


komentar (0)