logo rilis
MK Tolak Regulasi Ojek Online, Hamdan Zoelva: Karena Ancamannya Luar Biasa
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
29 Juni 2018, 20:45 WIB
MK Tolak Regulasi Ojek Online, Hamdan Zoelva: Karena Ancamannya Luar Biasa
Aksi unjuk rasa ojek online. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva, mendukung putusan MK yang menolak melegalkan ojek online sebagai alat transportasi umum. Menurutnya, keberadaan ojek online mengancam keselamatan penumpang bila dibenarkan sebagai alat transportasi umum. 

"Kalau dilegalisasi menjadi alat angkutan, ancaman bahayanya sangat luar biasa. Karena itu sudah benar keputusan MK. Ojek online itu tidak bisa dibenarkan," kata Hamdan di sela diskusi Majelis Nasional Korps Alumni HMI di KAHMI Center, Jakarta, Jumat (29/6/2018). 

Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) Indonesia itu menegaskan, ojek online tidak layak untuk menjadi alat transportasi umum. Pasalnya, ujarnya, selama ini sudah terbukti meningkatkan angka kecelakaan yang sampai berakibat fatal. 

"Itu kan bukan angkutan karena sangat tidak aman. Coba lihat angka kecelakaan yang menyebabkan orang meninggal, itu paling tinggi motor," ujarnya. 

Dengan fakta-fakta itu, imbuh Hamdan, maka negara harus segera mengambil solusi. Salah satunya dengan tidak dipakai sebagai alat transportasi umum bagi masyarakat. Meskipun saat ini keberadaan ojek online itu semakin banyak. 

"Makanya pemerintah harus ambil solusi lain, jangan dibenarkan, sudah benar putusan MK itu. Bahayanya sangat tinggi. Tiap jam ada yang mati gara-gara motor," tegasnya.
 

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID